MEDANSPORT.ID – MEDAN – Soetjipto Soentoro alias Gareng kelahiran Bandung 16 Juni 1941 adalah salah satu legenda Timnas Indonesia pada era awal 60-an hingga awal 70-an. Bicara tentang sepakbola Indonesia tidak lengkap tanpa membahas sosok Kapten Legendaris Timnas ini. Sosoknya yang piawai dalam mengatur irama
permainan dan tajam dalam mencetak gol membuat dirinya menjadi sosok yang disegani baik di Indonesia maupun di Asia dan Internasional.
Bicara tentang Tjipto alias Gareng selama ini memang diidentikkan dengan Persija karena di klub inilah Tjipto alias Gareng memulai karirnya sebagai pesepakbola dan menutup karirnya sebagi pesepakbola. Dan bersama Persija pula Tjipto meraih kesuksesan dengan membawa Persija berjaya. Namun Tjipto alias Gareng juga pernah
memperkuat PSMS Medan dan bersama PSMS pula Tjipto menorehkan “tinta emas” dalam karirnya dengan kesuksesan membawa PSMS merajai sepakbola Indonesia dan membawa PSMS Berjaya di Asia.
Sebelum bergabung dalam klub, saat berumur belasan tahun Soetjipto bermain sepak bola di jalanan di daerah Kebayoran Baru, Jakarta, pada tahun 1954. Selanjutnya, ia menjelma menjadi salah satu pemain hebat sepanjang sejarah sepak bola Indonesia hingga level Asia dan Internasional.
Peruntungannya berubah sejak bergabung dengan IPPI Kebayoran. Namanya mulai dikenal publik ketika membela Setia Jakarta (klub internal Persija). Di usianya yang baru 16 tahun Soetjipto sudah memperkuat Persija. Gareng pun menjadi sebutan Soetjipto lantaran tubuhnya yang tak tinggi itu.
Pelatih timnas junior, Djamiat Dalhar, mengetahui potensi yang dimiliki Soetjipto dan menariknya ke timnas junior. Pada AFC Youth Championship 1960, Soetjipto Soentoro mencetak lima gol untuk mengantarkan Indonesia lolos ke Semifinal. Pada pertandingan pertama melawan Singapura Tjipto sukses mencetak 2 gol dan membawa Timnas menang 9-3 atas Singapura. Penampilannya yang gemilang di turnamen ini membuatnya menerima panggilan timnas senior yang waktu itu dilatih oleh Tony Pogacknick.
Kemampuan menjaga bola dari serangan lawan, tendangannya yang keras dan terarah dari berbagai sudut, serta kemampuan mengecoh pemain lawan menjadi contoh kelebihan Soetjipto. Penyerang kelahiran Bandung ini menyandang ban kapten timnas selama beberapa tahun. Dan Soetjipto Soentoro menjadi aktor penting yang sukses membawa Persija Juara Kejurnas PSSI 1964 setelah di Final mengalahkan Persebaya 4-1.





