Pardedetex banyak melakukan tur ke luar negeri dengan hasil yang gemilang.Untuk tur luar negeri ini Pardedetex juga mengontrak secara khusus bintang Persija Surya Lesmana dan bintang Persebaya Waskito.
Namun Pardedetex tidak bisa ikut Kejurnas PSSI sehingga waktu itu Pardedetex bergabung di kompetisi Klas Utama PSMS. Sehingga pada waktu itu seluruh skuad Pardedetex memperkuat PSMS di Kejurnas PSSI 1969 kecuali Surya Lesmana yang kembali ke Persija dan Waskito yang kembali ke Persebaya dan Dede Rusli yang
kembali ke Persib.
Pada 1969 Soetjipto berperan besar membawa PSMS Medan Juara Kejurnas/Divisi Utama Perserikatan PSSI untuk ke-2 kalinya setelah sebelumnya Juara pada 1967. Perpaduan bintang-bintang Pardedetex dengan anak asli Medan non Pardedetex seperti Ronny Pasla, Achmadsyah “Ipong” Silalahi, Yuswardi, Tumsila, Zulham Yahya, Syamsuddin dan Nobon membuat PSMS menjadi kekuatan superior di Kejurnas PSSI 1969 ini.
Pada putaran Final yang diikuti 7 klub terbaik Indonesia yaitu PSMS, Persija, PSM, Persebaya, PSKB Binjai, Persib dan Persipura ini PSMS sukses menjadi yang terbaik dengan meraih 4 kemenangan dan 2 kali draw dengan memasukkan 29 gol dan hanya kemasukan 2 gol. Kondisi ini memmbuat PSMSmenjadi miniatur Timnas Indonesia.
Bahkan dalam beberapa ajang resmi timnas waktu itu 90% pemain timnas adalah adalah pemain PSMS Medan.

Pada PON VII tahun 1969 yang berlangsung di Surabaya pada 26 Agustus – 6 September 1969 Tjipto bersama rekan – rekannya di PSMS yang memperkuat Tim PON Sumut sukses membawa tim sepakbola Sumatera Utara meraih medali Emas PON 1969 setelah di Final yang sempat diwarnai kericuhaan atar pemain ini Sumut menaklukkan DKI Jakarta 2-1.
Seperti halnya di PSMS Tjipto juga menjadi Kapten Tim di Tim PON Sumut ini. Soetjipto Soentoro sendiri sukses menjadi top skor dengan 16 gol dan ini memecahkan rekor 15 gol yang sebelumnya dicatat oleh seniornya di PSMS dan Tim PON Sumut pada PON 1953 Yusuf Siregar. Ini adalah Medali Emas ketiga bagi Sumut setalah sebelumnya sukses meraih Medali Emas di PON 1953 dan 1957.





