MEDANSPORT.ID – MEDAN – Amerika Serikat (AS) akan bertemu Paraguay pada pertandingan perdana Grup D Piala Dunia 2026. Pertandingan Amerika Serikat dengan Paraguay akan berlangsung di SoFi Stadium, Los Angeles, Amerika Serikat pada Sabtu, 13 Juni 2026, pukul 08.00 WIB.
Amerika Serikat dan Paraguay sudah bertemu 9 kali di berbagi ajang.Dalam pertemuan itu Amerika Serikat berhasil memenangkan 5 pertandingan,2 pertandingan dimenangkan Paraguay dan 2 kali berakhir imbang. Terakhir kali Amerika Serikat dan Paraguay bertemu adalah di pertandingan persahabatan yang berlangsung di Chester, Pennsylvania Amerika Serikat pada 16 November 2025. Saat itu Amerika Serikat menaklukkan Paraguay 2-1. Gol kemenangan timnas Amerika Serikat dicetak oleh Giovanni Reyna dan Folarin Balogun, sementara gol tunggal balasan Paraguay dicetak oleh Álex Arce.
Pelatih yang menangani Amerika Serikat pada laga terakhir keduanya pada 2025 tersebut masih sama dengan di Piala Dunia 2026 ini yaitu Mauricio Pochettino (AS) dan Gustavo Alfaro (Paraguay). Para pencetak gol Giovanni Reyna dan Folarin Balogun (AS) dan Alex Arce (Paraguay) beserta sebagian besar skuad tim juga masih tampil di Piala Dunia 2026 ini. Tentunya kedua tim sudah saling mengetahui kekuatan masing – masing.
Sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia, prestasi terbaik AS adalah lolos ke Semifinal Piala Dunia 1930. Namun di era sepakbola modern prestasi terbaik AS adalah lolos ke 8 besar pada Piala Dunia 2002. Tentu ini menjadi tantangan bagi AS untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026 ini di hadapan publiknya sendiri.
Berdasarkan peringkat FIFA edisi terbaru, AS menempati peringkat 16. Mereka akan melakukan pembuktian kekuatannya terhadap Paraguay yang berada di peringkat 40. Namun, peringkat FIFA tidak bisa jadi tolok ukur utama untuk mengukur kekuatan tim yang akan bertanding.
Amerika Serikat yang saat ini dilatih Mauricio Pochettino berstatus sebagai tuan rumah di Piala Dunia 2026 ini. Bermain di hadapan publik sendiri bikin Kanada lebih diunggulkan. Dukungan suporter di Los Angeles berpotensi jadi faktor pembeda dalam laga pembuka Grup D di Piala Dunia 2026 ini.
Amerika Serikat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 dengan beban besar. Dihadapkan dengan berbagai kontroversi yang dilakukan pemerintah AS terutama dalam hal invasi ke Iran serta larangan Iran menginap di AS selama Piala Dunia 2026 ini tentu menjadi beban psikologis bagi AS karena stigma negatif yang dilabeli komunitas Internasional atas kebijakan pemerintah AS tersebut.
Ditambah lagi Amerika Serikat juga meraih hasil tidak meyakinkan sejak Januari 2026. Ditaklukkan Belgia 2-5, kalah dari Portugal 0-2, lalu disikat Jerman 1-2 bukan kondisi ideal bagi skuad AS menghadapi Piala Dunia 2026. Kemenangan hanya didapat atas Senegal dengan skor 3-2.
Dari segi skuad, Mauricio Pochettino memiliki nama-nama yang cukup mumpuni. Generasi AS di Piala Dunia 2026 diisi oleh Christian Pulisic (AC Milan), Timothy Weah (Marseille), Sergino Dest (PSV), Malik Tillman (Bayer Leverkusen), hingga Weston McKennie (Juventus). Kini, dengan nama-nama itu, Amerika Serikat mesti mewujudkan ekspektasi besar.
Perjalanan Pochettino bersama Amerika Serikat sejauh ini belum berjalan mulus. Mereka gagal tampil maksimal di ajang CONCACAF Nations League 2025 dan hanya finis di posisi keempat setelah sebelumnya meraih tiga kemenangan beruntun.
Amerika Serikat juga kalah dari Meksiko di final CONCACAF Gold Cup. Hasil tersebut membuat performa tim masih menjadi tanda tanya jelang pertandingan pertama mereka.
Amerika Serikat akan bertumpu pada kreativitas Christian Pulisic yang menjadi pemain paling berpengaruh di lini serang.
Pulisic diperkirakan akan mendukung penyerang AS Monaco, Folarin Balogun, yang mencetak 19 gol di semua kompetisi musim lalu.
Di lini tengah, peran Tyler Adams dan Weston McKennie akan sangat penting dalam menjaga keseimbangan permainan.
Di sisi lain, Paraguay kembali tampil di putaran final Piala Dunia setelah absen sejak edisi 2010.
Tim asuhan Gustavo Alfaro lolos usai finis di posisi keenam kualifikasi zona CONMEBOL.
Paraguay memang tidak masuk dalam daftar favorit juara. Namun, mereka memiliki kemampuan memberikan kejutan, seperti saat menumbangkan juara dunia Argentina dengan skor 2-1 pada babak kualifikasi.
Menjelang turnamen, performa La Albirroja juga cukup meyakinkan. Mereka meraih tiga kemenangan dalam empat pertandingan terakhir, termasuk kemenangan telak 4-0 atas Nikaragua.
Sejak Gustavo Alfaro menangani Paraguay usai Copa America 2024 , Paraguay hanya kalah dua kali dalam 13 pertandingan kualifikasi. Konsistensi tersebut membuat mereka menjadi lawan yang sulit untuk ditaklukkan.
Skuad Paraguay kali ini lebih banyak diisi oleh mereka yang berlaga di kompetisi Amerika Latin.
Meskipun demikian, nama seperti Antonio Sanabria (Cremonese), Julio Enciso (Strasbourg), Diego Gomez (Brighton) hingga Omar Alderete (Sunderland) akan jadi sosok yang bisa merepotkan AS di laga ini
Paraguay mengandalkan kreativitas Julio Enciso, Miguel Almiron, dan Diego Gomez untuk menyuplai bola kepada striker utama Tonny Sanabria.Tonny Sanabria adalah top akor Paraguay di babak kualifikasi.
Meski sempat mengalami cedera ringan, Enciso diprediksi tetap tampil sejak menit pertama.
Paraguay, di bawah kepemimpinan pelatih Gustavo Alfaro, yang merupakan pelatih Argentina ketiga yang memimpin Paraguay di Piala Dunia, akan mengandalkan strategi pragmatis. Kampanye kualifikasi mereka sangat dibangun di atas pertahanan yang solid. Puncak kualifikasi mereka adalah kemenangan 2-1 atas juara dunia Argentina.
Paraguay justru datang dengan tren yang lebih seimbang. Dalam lima pertandingan terakhir, mereka menang tiga kali dan kalah dua kali. Mereka mencetak 9 gol dan hanya kebobolan 5 gol.
Catatan itu menunjukkan Paraguay lebih hemat risiko. Mereka tidak selalu dominan, tetapi cukup efisien dalam menjaga skor. Kemenangan 4-0 atas Nikaragua dan 1-0 atas Yunani menjadi sinyal bahwa Paraguay bisa menang dengan dua wajah: produktif ketika lawan memberi ruang, atau sabar ketika pertandingan harus dikunci.
Pertandingan ini berpotensi berjalan hati-hati pada 20 menit awal. Amerika Serikat akan membawa energi tuan rumah, tetapi tekanan publik sendiri bisa membuat mereka tidak langsung lepas.
Pochettino tentu ingin timnya menguasai ritme, menekan lebih tinggi, dan memanfaatkan kecepatan di sisi sayap. Jika Pulisic atau Balogun mendapat ruang lebih cepat, Amerika Serikat bisa memaksa Paraguay keluar dari blok bertahan.
Masalahnya, Paraguay bukan tim yang mudah dipancing. Karakter mereka cenderung sabar, kuat dalam duel, dan tidak segan memperlambat tempo ketika permainan lawan mulai naik. Tim seperti ini sering membuat tuan rumah kehilangan ritme jika gol cepat tidak datang.
Data proyeksi tambahan juga mengarah pada pertandingan dengan total gol yang tidak terlalu tinggi. Skor 1-1 dan 1-0 muncul sebagai dua skenario yang paling dekat secara kecenderungan. Ini selaras dengan kondisi lapangan: Amerika Serikat lebih kuat secara materi, tetapi Paraguay lebih stabil dalam menjaga struktur.
Faktor Enciso membuat peluang Paraguay mencetak lebih dari satu gol sedikit menurun. Namun kelemahan clean sheet Amerika Serikat tetap membuka ruang bagi La Albirroja untuk mencuri satu gol, terutama dari transisi, bola mati, atau kesalahan antarlini.
Skor ini paling masuk akal jika melihat gabungan data terbaru. Amerika Serikat memang lebih unggul dari sisi ranking FIFA, kualitas individu, status tuan rumah, dan kedalaman skuad. Semua pemain tersedia, sehingga Pochettino punya banyak opsi untuk mengatur ritme pertandingan.
Namun kelemahan pertahanan membuat kemenangan Amerika Serikat tidak bisa dianggap aman. Kebobolan 12 gol dalam lima laga terakhir menunjukkan bahwa mereka masih rentan ketika lawan mampu keluar cepat dari tekanan.
Paraguay punya gaya yang cocok untuk menguji titik itu. Mereka tidak perlu menguasai bola lama. Cukup bertahan rapat, menunggu momen, lalu menyerang ruang yang ditinggalkan bek sayap atau gelandang Amerika Serikat.
Skor 1-1 juga diperkuat oleh kecenderungan pertandingan rendah gol. Amerika Serikat punya kualitas untuk mencetak gol, tetapi Paraguay cukup disiplin untuk membuat laga berjalan sempit. Sebaliknya, Paraguay kehilangan Enciso, tetapi masih punya cukup tenaga untuk mencuri satu gol.
Skenario paling kuat: Amerika Serikat unggul lebih dulu lewat tekanan awal atau kualitas individu, lalu Paraguay menyamakan kedudukan melalui transisi atau bola mati. Tuan rumah menguasai momen, tetapi tidak sepenuhnya mengunci pertandingan.
Skenario ini terbuka jika Amerika Serikat bisa mengendalikan emosi pertandingan dan tidak memberi ruang transisi kepada Paraguay. Dengan dukungan publik Los Angeles, satu gol cepat bisa mengubah arah permainan.
Jika Pochettino memilih komposisi yang lebih seimbang di tengah, Amerika Serikat dapat memaksa Paraguay bertahan lebih dalam. Dalam kondisi seperti itu, kualitas Pulisic, McKennie, Balogun, atau bola kedua dari situasi mati bisa menjadi pembeda.
Absennya Enciso juga memperkuat peluang skor tipis untuk tuan rumah. Paraguay tetap bisa mengganggu, tetapi daya kejut di sepertiga akhir tidak sekuat saat semua pemain depannya tersedia.
Namun skor 1-0 hanya akan terjadi jika Amerika Serikat jauh lebih disiplin dibanding laga-laga pemanasan sebelumnya. Satu kesalahan kecil di belakang bisa langsung mengubahnya menjadi 1-1.
Karena itu, prediksi alternatif ini lebih cocok untuk skenario ketika tuan rumah tampil lebih matang, tidak terpancing duel berlebihan, dan mampu menjaga kontrol setelah unggul.
Secara keseluruhan, laga Amerika Serikat vs Paraguay tampaknya tidak akan menjadi pertandingan yang terbuka sejak awal. Amerika Serikat punya status dan kualitas, tetapi Paraguay punya struktur dan mental tanding yang cukup untuk membuat tuan rumah bekerja keras.
Melihat data dan fakta yang tersaji di atas saya prediksi laga akan berlangsung hati – hati.Namun dengan kematangan skuad yang mereka miliki maka saya prediksi Amerika Serikat akan unggul tipis atas Paraguay di laga perdana Grup D Piala Dunia 2026 ini.Ditambah lagi dukungan penonton yang akan mendukung skuad Amerika Serikat di kandangnya sendiri.
Namun tentunya skuad Amerika Serijat perlu waspada karena tidak menutup kemungkinan Paraguay akan membuat kejutan di laga melawan Amerika Serikat ini.
