Seusai AFC Champions Cup 1970 ini Tjipto dan rekan – rekannya di Timnas kembali ke klub asal mereka sebelum ke PSMS.Hanya Anwar Ujang yang waktu itu bertahan di PSMS.Seusai Asian Games 1970 Tjipto menyatakan mundur dari Timnas karena merasa bertanggung jawab atas kegagalan membawa Timnas meraih Medali Emas di
Asian Games 1970. Mundurnya Tjipto ini sangat disayangkan oleh para pecinta sepakbola Indonesia apalagi saat itu dirinya berada pada masa kejayaannya sebagai pesepakbola.

Tahun 1971 Soetjipto memutuskan gantung sepatu sebagai pesepakbola seusai membela Persija di Kejurnas PSSI.Setelah belajar ilmu kepelatihan di Jerman Barat Soetjipto beralih profesi menjadi pelatih. Tercatat Buana Putra Galatama, Persiba Balikpapan, PSP Padang dan Persiraja Banda Aceh pernah dilatihnya.

Soetjipto juga pernah membawa timnas junior ke Piala Dunia U-20 di Tokyo pada tahun 1979. Dan hingga kini inilah satu-satunya keikutsertaan Indonesia di Piala Dunia U-20. Dan pada Piala Dunia U-20 ini Indonesia sempat menjajal Argentina yang waktu itu diperkuat Diego Maradona dan Timnas kalah 0-5 dalam duel tersebut.

Pada tanggal 12 November 1994 Soetjipto Soentoro dipanggil Allah SWT dalam usia 53 tahun di Jakarta. Harian Waspada Medan Minggu 13 November 1994 membuat berita meninggalnya Soetjipto dengan judul sebagai headline di halaman olahraga dengan kalimat “Meninggalnya Soetjipto Soentoro Sang Bintang PSMS dan Pardedetex” walaupun dalam berbagai media dirinya hanya disebut sebagai legenda Persija dan Timnas.

Soetjipto Soentoro bersama rekan – rekannya di PSMS Anwar Ujang,M.Basri dan Sarman Panggabean pada Kejurnas PSSI 1969 (Dok.Kel.Soetjipto Soentoro)

Tjipto memang Legenda dan Ikon Persija karena 90% karirnya dijalani bersama Persija dengan raihan prestasi yang hebat.Namun walau hanya sekitar satu setengah tahun di PSMS, Tjipto akan tetap dikenang sebagai salah satu Legenda PSMS berkat torehan prestasinya yang sukses membawa PSMS menjadi Juara Kejurnas/Div Utama
Perserikatan PSSI 1969 dan membawa PSMS menjadi Semifinalis AFC Champions Cup 1970 serta kesuksesannya membawa Tim PON Sumut meraih Medali Emas PON VII tahun 1969.

Sungguh sebuah kebanggaan Indonesia pernah memiliki superstar seperti Soetjipto Soentoro. Namanya akan tetap harum sebagai Pesepakbola Legendaris Persija, PSMS dan Timnas. Dan hari ini kita semua memperingati hari kelahirannya yang ke-82.Prestasi Soetjipto Soentoro akan selalu dikenang di hati para pecinta Persija, PSMS dan Timnas Indonesia. (***)

Bagikan: