*PON XX Papua

Frans Petinju Asahan, Siap Getarkan Ring Di Papua

Frans, Petinju Asahan Siap Gegerkan Ring di Papua
Frans, Petinju Asahan Siap Gegerkan Ring di Papua

MEDANSPORT.ID- MEDAN-- Frans Petinju Asahan ini sejak kecil memiliki keinginan kuat menjadi seorang tentara. Namun, keterpaksaan ekonomi memaksa Pran Rosepel Hutajulu untuk berjuang sejak kecil.

Frans begitu dia disapa, telah ditinggal pergi untuk selamanya oleh kedua orangtua kandung sejak usia 6 tahun. Dirinya harus merelakan masa kecil tanpa belaian kasih sayang kedua orangtuanya.

Larut dalam kesedihan bukanlah tipikalnya. Frans memiliki adik kandung yang membuatnya harus terus berjuang. Sejak kecil Frans tinggal dan besar di rumah saudara orang tua mereka.

Melihat sepupunya kerap berlatih tinju, membuat keinginan Frans untuk belajar olahraga yang keras dan menantang itu. Alasannya begitu menyentuh. Frans ingin menjadi petinju terkenal dan bisa mengangkat derajad dan menyelamatkan dia dan adiknya dari garis kemiskinan.

"Ya pertama saya tertarik tinju karena saya berasal dari keluarga miskin ekonomi menengah ke bawah. Jadi saya harus bisa keluar dari garis kemiskinan dari olahraga untuk merubah hidup dan masa depan saya," ungkap Frans saat berbincang dengan Medansport.id beberapa waktu lalu.

Ya, buah hati Alm Herman Hutajulu dan Almh Lisdiana Br.Sitanggang ini memiliki motivasi hidup yang ditanamkan sejak kecil.

"Jadi laki-laki tidak boleh cengeng dan jadilah manusia yang berguna bagi orang banyak dan membutuhkan. Itu yang saya tanamkan sampai sekarang hingga seterusnya," tegasnya.

Frans yang sudah memantapkan hidupnya kepada dunia tinju pun berlatih di sasana Asahan Putra sejak usia 10 tahun. Hingga kini, Frans mendapat bimbingan dan pelatihan dari DR Donald Panjaitan.

Sosok Donald Panjaitan jugalah dianggap sebagai motivator hidup yang selalu memberi suport .

"Saya bisa bertahan dan kuat menjalani hidup berkat beliau yang didik saya dan sekolahkan saya dari kecil," ucap atlet penyuka makanan semur ini.

Kecintaannya akan dunia tinju semakin besar. Bakatnya semakin terasah dan sejumlah kejuaraan berhasil dimenangkannya..

Sulung dari dua bersaudara ini menuturkan kesan yang begitu mendalam kala melakoni pertandingan perdananya. Saat usianya 12 tahun, Pran berkesempatan bertanding melawan petinju Tapanuli Selatan.

"Awalnya saya jantungan. Soalnya pertandingan pertama saya saat itu, masih katagori dini dan pertama. Alhamdulillah menang juara 1. Walaupun saya dahulu tidak diperhitungkan karena badan saya kecil sekali," kenang Frans saat coba membuka memori ingatannya 13 tahun silam.

Demi menyambung hidup Frans ternyata melakoni pekerjaan sebagai seorang Driver gojek di Kisaran yang sudah bergabung dari tahun 2018.

Kini usianya menginjak 25 tahun. Atlet yang masih berstatus lajang ini masih harus berjuang membawa nama Sumut di kancah PON Papua 2020 nanti.

Saat itu Frans berhasil menjadi juara pada pertandingan Pra PON Bengkulu. GOR Balai Buntar Bengkulu menjadi saksi bisu ketangguhannya di atas ring. Dirinya berhasil menyabet emas di nomor 46 Kg sekaligus merebut tiket PON XX papua setelah berhasil mengalahkan petinju Kep Riau.

Karir atlet yang begitu mengidolakan petinju hebat Vasyl Lomachenko ini kian menanjak. Apalagi dirinya juga berhasil menjadi yang terbaik di kancah internasional.

"Pernah juga juara saat mengikuti even pesta tinju antar bangsa atau Malaysia open Tournament di Pulau Pinang Malaysia. Partai Final saya menang poin atas Tuan Nasyafii bin Tuan Ruzukis dari Malaysia," ujarnya bangga.

Petinju sasana Asahan Putra ini tak ingin larut dalam euforia. Persiapan terus dilakukan menatap PON XX Papua. Turun di kelas 46 Kg, Frans tengah mengikuti Pelatda dan mendapatkan arahan pelatih Liston Tampubolon dan Irianto Bakti serta Pelatih Fisik Nimrot Manalu.

Sejumlah program pelatih menjadi tugas khusus terutama menjaga berat badan.

Disinggung calon lawan yang harus diwaspadai Frans Petinju Asahan ini mengaku semua lawan layak diperhitungkan.

"Semua pesaing berat. Karena yang lolos itu adalah yang terbaik dan memenuhi semua syarat pertandingan. Saya mohon doa dan dukungan dari abangda dan teman- teman semuanya agar saya bisa diberikan yang terbaik buat saya sendiri, keluarga dan orang yang sayang pada saya khususnya orang Sumut," harapnya mengakhiri. (*)

Penulis: Joko Heriyanto
Editor: Kesuma Ramadhan

Baca Juga