Babak Adu Penalti
Dalam gol penentuan adu penalti, Persib Bandung memperoleh kesempatan pertama. Iwan Sunarya yang menjadi algojo ternyata gagal menghasilkan gol yang sedang ditunggu supporternya. Tendangan melebar ke samping tiang gawang Ponirin. Sedang tendangan pertama bagi PSMS Medan dilakukan Sunardi B, dan dapat ditangkap kiper Sobur.
Penalti kedua bagi Bandung yang dilakukan Adjat Sudrajat berhasil menjebol gawang Ponirin Meka. Sedang penalti kedua PSMS Medan yang dilakukan Amrustian, bolanya melambung di atas mistar gawang Sobur.

Penalti ketiga bagi Bandung dilakukan Adeng Hudaya,Tendangannya dapat ditangkap kiper Ponirin. Dan di pihak PSMS yang dilakukan Musimin, berhasil menyamakan kedudukan 1-1 setelah tendangannya membobol gawang Sobur.
Tendangan penalti keempat bagi Persib Bandung dilakukan Dede Iskandar dapat diblok kiper Ponirin Meka yang bermain makin mantap dan cemerlang serta percaya diri itu. Sedang di pihak Medan yang dilakukan Nirwanto, bola dapat ditahan kiper Sobur.
Pada tendangan penalti kelima dan merupakan penentuan bagi kedua kesebelasan, di pihak Bandung dilakukan Robby Darwis. Bola yang ditendangnya ternyata dapat ditepis kiper Ponirin Meka. Di pihak PSMS Medan Mamek Sudiono tampil sebagai algojo, dan berhasil menyarangkan gol ke gawang Sobur yang membuat para supporter PSMS histeris, menyambut kemenangan mahal dan berharga itu. Dan tampillah PSMS Medan sebagai Juara Divisi Utama Perserikatan PSSI untuk keenam kalinya.

Keberhasilan Ayam Kinantan PSMS mempertahankan gelar juara Divisi Utama Perserikatan PSSI musim 1984/1985 dengan 4-3 lewat adu penalti dengan Persib seketika dirayakan secara spontan dan gegap gempita oleh tidak kurang dari ratusan ribu pencinta kesebelasan PSMS di kota Medan dan di berbagai kota di daerah-daerah kabupaten/ kota di Sumatera Utara. Bahkan di tanah Serambi Mekkah, Aceh, kemenangan PSMS tersebut disambut dengan teriakan-teriakan histeris dan yel-yel hingga sebuah kedai kopi terletak di tengah kota pada porak-poranda.





