Walau demikian pada kompetisi internal PSMS Sunardi B kerap masih berkecimpung membela Bintang Utara hingga 1990 walau tidak seintens sebelumnya. Pada PON 1989 Sunardi B menjadi asisten pelatih Tim PON Sumut mendampingi sahabatnya Nobon sebagai Pelatih dan ternyata kolaborasi keduanya sukses membawa Tim PON Sumut meraih Medali Emas setelah di Final mengalahkan Jawa Timur 2-1.

Pada putaran kedua Divisi Utama Perserikatan PSSI 1989/1990 Sunardi B ditunjuk menjadi pelatih PSMS berduet dengan Suryanto Herman menggantikan Parlin Siagian yang mundur usai hasil buruk PSMS pada putaran pertama. Tangan dinginnya yang didukung Ompung Kamaruddin Panggabean sebagai penasehat teknis sukses membawa
PSMS lolos ke babak 6 Besar.

Sayang akhirnya PSMS tampil anti klimaks hingga akhirnya terhenti di babak 6 Besar. Sunardi B kembali ikut mendampingi Nobon ketika melatih Tim Sumut pada PON 1993 yang untuk pertama kali menggunakan format U-23. Namun langkah Sumut terhenti di penyisihan grup usai dinyatakan kalah WO pada pertandingan ulang melawan Jawa Barat setelah sebelumnya terjadi kerusuhan dan kontroversi ketika melawan Jawa Barat sehari sebelumnya.

Pemerhati Olahraga Sumut Indra Efendi Rangkuti bersama Sunardi B tahun 2019.

Seusai pensiun dari PTP Sunardi B kembali ke kampung halamannya di Simalungun dan bermukim di sana. Walau begitu Sunardi B masih sering datang ke Medan berkumpul bersama rekan – rekannya sesama Mantan Pemain PSMS Medan.

Dan hari ini Sunardi B genap berusia 72 tahun. Namanya akan tetap dikenang sebagai Legenda PSMS Medan atas kiprahnya yang penuh prestasi bersama PSMS Medan. Walau demikian dalam beberapa kesempatan Sunardi B kerap mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi PSMS yang hingga saat ini masih berada di luar kasta tertinggi sepakbola Indonesia.

Besar harapannya PSMS yang begitu dicintainya ini akan kembali ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia dan kembali mengukir prestasi indah di pentas sepakbola Indonesia. (***)

Bagikan: