Di partai akhir putaran Final kondisi sang kapten Zulham Effendi Harahap kurang fit hingga akhirnya PSMS memanggil 2 bintang mudanya yang memperkuat PSSI Garuda yaitu Marzuki Nyakmad dan Azhari Rangkuti. Keduanya sempat kikuk dan grogi karena tidak tampil sejak penyisihan. Namun Sunardi B dan beberapa pemain senior mampu mencairkan suasana hingga keduanya tidak kikuk dan berbaur dengan tim.
Pada partai akhir melawan Persebaya Zulham Effendi Harahap hanya tampil 25 menit dan kemudian diganti oleh Marzuki Nyakmad. Ban kapten kemudian beralih ke Sunardi B hingga akhirnya PSMS menang 1-0 dan lolos ke Final. Di Final Sunardi B menjadi Kapten dan sukses memimpin rekan rekannya mengalahkan Persib 3-2 lewat adu
penalti setelah bermain imbang 0-0 dalam waktu normal dan perpanjangan waktu.

Sunardi B sendiri sukses menjebol gawang Sobur bersama Sunardi A dan Suherman. PSMS akhirnya sukses meraih gelar ke-5 di Divisi Utama Perserikatan PSSI dan membuat PSMS mewakili Indonesia di Merlion Cup 1983.
Sejak itu ban kapten PSMS selalu melekat dalam diri Sunardi B. Pada Divisi Utama Perserikatan PSSI 1984/1985 Parlin Siagian yang menjadi Pelatih Kepala menunjuk Sunardi B sang kapten tim untuk merangkap menjadi asisten pelatih. Dan tugas ini juga mampu dijalankannya dengan baik hingga akhirnya sukses membawa PSMS lolos
ke Final dan berlaga kembali dengan Persib.
Dalam Final yang ditonton 150.000 penonton di Senayan waktu itu PSMS sukses menjadi Juara setelah mengalahkan Persib 2-1 dalam adu penalti setelah dalam babak normal dan perpanjangan waktu bermain imbang 2-2 walau dalam adu penalti ini Sunardi B gagal membobol gawang Sobur.

Kesuksesan ini membuat Sunardi B mencatat sejarah sebagai Kapten PSMS pertama yang membawa PSMS Juara Divisi Utama Perserikatan PSSI secara berturut – turut pada 1983 dan 1985. Seusai Final ini Sunardi B memutuskan “gantung sepatu” sebagai pemain sepakbola di PSMS dan fokus di pekerjaannya di PTP sambil menjadi pelatih.





