PERPANJANGAN WAKTU

Dalam perpanjangan waktu, Adjat Sudrajat dan kawan-kawan yang ngotot menang untuk menambah gol kemenangan, memaksa pemain-pemain Medan mengikuti tempo permainannya, yaitu keras yang tidak membahayakan. Akibat pola penampilan tersebut membuat wasit Jafar Umar memberikan kartu kuning terhadap Suryamin di menit ke-92 yang membuat pelanggaran terhadap Mamek Sudiono.

Anak-anak Bandung mencoba memancing Sunardi B dan kawan-kawan untuk melayani permainan keras tersebut.Hingga akhirnya di menit ke-98 nyaris terjadi baku hantam antara Nirwanto dan Kosasih. Kejadian tersebut bermula ketika Nirwanto yang sedang menggiring bola tiba-tiba disambar kakinya oleh Kosasih. Walau sudah demikian wasit hanya memberi peringatan terhadap Kosasih.

Kiper PSMS Ponirin Meka memeluk Mamek Sudiono untuk memberi semangat kepada rekannya itu sebelum mengeksekusi penalti terakhir PSMS.

Di babak kedua perpanjangan waktu itu, tempo permainan makin meningkat, sehingga membuat penonton yang berjumlah 150.000 itu merasa puas, tapi tetap “jantungan” dan was-was. Musimin dan kawan-kawan yang mengambil alih penyerangan dan kendali permainan mulai meneror lini pertahanan Persib.Hadi Sakiman nyaris membuahkan gol bagi PSMS di menit ke-114 lewat tusukan mautnya.

Begitu Persib Bandung melalui sundulan kepala Adjat Sudrajat hampir saja menggetarkan jala Ponirin Meka.

Pelatih PSMS Parlin Siagian memberi instruksi sebelum perpanjangan waktu Final 1985.

Kartu kuning dihadiahkan wasit Jafar Umar kepada Robby Darwis di menit ke-118, karena menendang kiper Ponirin Meka yang sudah menguasai bola. Dan akibat perbuatan Robby Darwis itu nyaris terjadi baku hantam yang mengundang pihak keamanan turun tangan melerai pemain kedua tim.

Bagikan: