Hingga kini untuk Kejuaraan Dunia Beregu Bulutangkis tingkat senior ada 3 sosok yang namanya dibadikan sebaga nama Kejuaraan yaitu George Alan Thomas (Putra),Betty Uber (Putri) dan Sudirman (Campuran). Pada tahun 2000 nama sahabat dari Sudirman yaitu Suharso Suhandinata dijadikan sebagai nama kejuaraan dunia beregu bulutangkis junior dengan nama “Suhandinata Cup”

Selain diabadikan sebagai nama kejuaraan, nama Sudirman juga terdaftar dalam Hall of Fame Badminton World Federation (BWF) pada tahun 1997. Oleh karena itu mengingat besarnya perannya  dalam dunia bulutangkis Indonesia dan Internasional dan kebetulan beliau putra daerah Sumut sangat layak jika kelak dibangun gedung bulutangkis atau pun sebuah monumen yang mengabadikan namanya di Medan atau di Pematang Siantar untuk menjadi motivasi agar bulutangkis Sumut untuk berjaya di tingkat Nasional dan Internasional.

Dengan adanya monument atau GOR yang memakai nama Sudirman di Sumut diharapkan pula jejak Langkah sang “Bapak Bulutangkis Indonesia” Sudirman ini di Sumut akan tetap dikenang dan abadi.

Dari literasi di atas, Pemerhati Olahraga Sumut yang juga Staf Tax Centre USU, Indra Efendi Rangkuti berharap adanya perhatian Pemprov Sumut untuk membuat Dick Sudirman di sebuah ‘nama jalan’ di Sumatera Utara. Apalagi diketahui.

Indra Efendi Rangkuti (Staf Tax Centre USU dan Pemerhati Olahraga Sumut).

“Untuk tingkat senior ada 3 tokoh bulutangkis yang diabadikan sebagai nama kejuaraan dunia beregu yaitu George Alan Thomas (putra), Betty Uber (putri) dan Sudirman (campuran). Dan untuk kategori beregu campuran junior nama Suharso Suhandinata sejak 2000 dijadikan sebagai nama turnamen yaitu Suhandinata Cup,” tandas Indra Efendi Rangkuti. (berbagai sumber)

Bagikan: