Ditanya soal prestasi, Alif langsung memancarkan senyumnya. Sebab dirinya telah menorehkan prestasi mulai dari Porkot, Selekda, Kejuaraan Nasional sampai Kejuaraan Dunia di Tunisia. Sedikit dikesalkan Alif kepada kru MEDANSPORT.ID, sebab Cabor Kempo tak dipertandingan di PON XXI 2024 Sumut-Aceh.

“Untuk kempo saya tidak masuk PON, Insya Allah di tahun yang akan datang FKI atau Federasi Kempo Indonesia akan masuk PON. Walau begitu targetnya saya agar di tahun yang akan datang tetap terpilih membela Indonesia di kejuaraan dunia,” imbuh penghobby olahraga renang dan games yang sukses di Kejuaraan Nasional di Bandung pada 2019 atau 2020 tersebut.
Di akhir pertemuan, Alif kembali menegaskan supaya Pemprovsu, Pemko Medan, Pemkab Deliserdang lebih memberikan perhatian kepada atlet Kempo asal daerahnya.
“Ya, lebih peduli lah kepada atletnya, karena yang kami bawa di ajang internasional itu tak cuma negara Indonesia tapi juga asal daerah kami. Kan miris, kok cuma sekelas kepala desa yang memberi perhatian. Di mana pak Gubernur, pak Walikota dan pak Bupati? Saya berharap ini jadi pelajaran agar tidak terjadi lagi untuk ke depannya,” ujar Alif sembari menutup mengikuti ajang internasional itu penuh dengan seleksi ketat dan diwakili dari Provinsi Jambi, NTT, Jakarta dan Sumatera Utara (Medan). (*)






