MEDANSPORT.ID – MEDAN – Tanggal 14 Juli diperingati sebagai “Hari Pajak” oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu RI.Tapi tak banyak orang yang tahu bahwa PSMS Medan pernah punya hubungan yang sangat erat dan penuh historis dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Seusai membawa PSMS Medan lolos hingga Semifinal AFC Champions Cup 1970 di Teheran, bintang-bintang Timnas yang tadinya dikontrak klub anggota PSMS yaitu Pardedetex seperti: Soetjipto Soentoro, Yudo Hadianto, Iswadi Idris, Abdul Kadir, Jacob Sihasale, M.Basri, Max Timisela dan lainnya, itu kembali ke klub asal mereka sebelum pindah ke Medan dan Ipong Silalahi yang hijrah ke PSL Langkat. Kecuali Anwar Ujang dan anak-anak Medan yang tetap bertahan.

Selain itu TD Pardede yang sejak 1969 – 1970 menjadi manajer sekaligus bertanggung jawab mendanai PSMS dan Timnas memutuskan mundur sejenak dan fokus mengurus bisnis dan usaha yang dikelolanya. Keadaan ini membuat PSMS berada dalam posisi sulit karena tidak ada yang mau menjadi manajer dan mendukung pendanaan PSMS menuju Kejurnas/Divisi Utama Perserikatan PSSI 1971.

Pimpinan PS Perisai Muslimin memeluk bintang Perisai Amansyah Harahap seusai PS Perisai memastikan diri menjadi Juara Kompetisi Divisi Utama PSMS 1978 setelah di pertandingan akhir menaklukkan Bintang Utara 1-0. Tampak bintang Perisai Tumsila dan ofisial Perisai Sukma turut merayakan kesuksesan ini.

Apalagi skuad PSMS yang kembali didominasi anak – anak Medan sempat diragukan untuk bisa mempertahankan gelar Juara yang diraih pada 1969. Pada akhirnya Ketua Umum PSMS MH Sinaga merasa lega karena Gubernur Sumut Marah Halim Harahap dan Walikota Medan sekaligus pembina PSMS Medan H Sjoerkani berhasil mengajak tokoh – tokoh sepakbola dari Kanwil DJP Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui unit kerjanya Kantor Inspeksi Pajak Medan yang waktu itu dipimpin Sarwono untuk turun tangan menangani PSMS.

Kantor Inspeksi Pajak Medan pada waktu itu aktif membina klub anggota PSMS yaitu Perisai.Kantor Inspeksi Pajak Medan ini yang tampil menjadi penyelamat PSMS karena bersedia menjadi penanggung jawab PSMS untuk menghadapi Kejurnas PSSI 1971 tersebut.

Bagikan: