MEDANSPORT.ID – MEDAN – Inter Milan menunjukan keunggulannya atas Napoli dalam 5 pertemuan teranyar. Il Biscione membukukan 3 kemenangan dan hanya berbalas 1 oleh Napoli. Sedang 1 pertemuan lain berakhir sama kuat. Di final Supercoppa Italiana kali ini kembali mempertemukan Napoli dan Inter Milan di KSU Stadium, Arab Saudi, Selasa (23/1/2024) pukul 02.00 WIB.

Duel ideal tercipta di final Super Coppa Italia 2024. Terlepas dari performa tim musim ini yang kontras, baik Napoli maupun Inter sama-sama berstatus sebagai juara kompetisi musim lalu. Partenopei berstatus sebagai pemenang Liga Italia Serie A 2022/2023, sedangkan Nerazzurri adalah jawara Coppa Italia 2022/2023. Sebelumnya, kedua tim ini sama-sama telah menjalani semifinal Super Coppa Italia pada Jumat (19/1/2024) dan Sabtu (20/1/2024).

Inter menundukkan runner-up Serie A musim lalu yaitu Lazio, sedangkan Napoli menyingkirkan runner-up Coppa Italia tahun lalu, Fiorentina. Keduanya sama-sama unggul lewat skor identik, 3-0. Super Coppa Italia 2023/2024 musim ini memang dimainkan dengan format berbeda, yakni diikuti sebanyak 4 tim dengan format gugur.

Ini berbeda dengan format musim-musim sebelumnya saat Super Coppa langsung dimainkan melalui 1 partai final. Jelang laga final Super Coppa Italia 2024, Napoli bakal mengandalkan Alessio Zerbin. Sang penyerang berusia 24 tahun itu mencatatkan brace di laga semifinal kontra Fiorentina. Spesialnya, Zerbin menjadi protagonis hanya lewat 10 menit sejak masuk sebagai pemain pengganti menit 81.

Kehadiran Zerbin saat ini tentunya jadi angin segar bagi Partenopei. Pasalnya, Napoli dihadapkan pada berbagai masalah saat datang ke Super Coppa. Termasuk oleh absennya sejumlah pemain. Sang gelandang, Frank Anguissa, serta top skor tim, Victor Osimhen, tak turut serta ke Riyadh lantaran memperkuat negaranya masing-masing di Piala Afrika 2024.

Itu belum termasuk dengan absennya Alex Meret, Natan, dan Mathias Olivera yang menderita cedera sejak akhir tahun 2023. Kini, Zerbin menjawab tantangan di tengah badai cedera pemain kunci Napoli. Musim ini, ia sebenarnya hanya tampil 8 kali dengan 154 menit bermain. Angka yang relatif minim. Namun 2 golnya, masing-masing lewat tap-in dan solo run, menjadi jawaban atas sedikit kepincangan di sektor depan. Napoli tentu layak kembali mengharapkan tuah sang pemain.

“Bagi saya, Zerbin memiliki kualitas yang luar biasa. Saya pikir para pemain melakukannya dengan baik: itulah satu-satunya cara melawan Fiorentina,” kata pelatih Napoli, Walter Mazzarri dilansir dari Gazzetta. Di luar itu, Napoli mendapatkan kemenangan setelah mendapatkan tekanan dari Fiorentina yang menciptakan 60 persen penguasaan bola.

Sedikit di luar kebiasaan Partenopei musim lalu yang dikenal dominan dalam hal possession. Mazzarri menyatakan, perubahan tim yang signifikan membuatnya memutar otak untuk menampilkan performa sedikit berbeda dibanding Napoli di bawah besutan Luciano Spalletti musim lalu. Di satu sisi, menurutnya hal ini akan menyulitkan lawan, termasuk Inter sebagai lawan di final nanti.

“Sekarang saya harus melakukan perubahan dan membuat para pemain memahami bahwa kami bisa bermain dengan cara yang sama seperti tahun lalu, namun tidak persis seperti itu. Ini akan membantu kami agar tidak mudah diprediksi,” paparnya.

Final nanti akan jadi ujian konsistensi bagi Napoli. Musim 2023/2024 memang relatif berat bagi Partenopei. Berstatus sebagai juara bertahan, Napoli saat ini justru tersisih dari persaingan merebut scudetto. Bahkan mereka kini bertengger di urutan 9 klasemen Liga Italia dan tersingkir dari ajang Coppa Italia.

Hal berbeda tentunya dengan Inter Milan yang datang dengan tren terbaiknya. Hingga jelang final Super Coppa, Il Biscione berstatus sebagai capolista Serie A 2023/2024 giornata 21. Namun, kehilangan peluang di Coppa Italia juga jadi sedikit noda musim ini. Inter datang ke final dengan penampilan meyakinkan saat menyingkirkan Lazio. La
Beneamata menciptakan 61 persen penguasaan bola, dan melesakkan 23 tembakan (7 on target). Sebuah sinyal bahwa kini Inter jadi tim yang siap merebut gelar Super Coppa.

“Pertandingan yang luar biasa. Tapi, pastinya ada sesuatu dalam pertandingan ini yang bisa kami lakukan lebih baik, saya akan melihatnya lagi [saat final melawan Napoli],” ujar pelatih Inter, Simone Inzaghi via La Gazzetta dello Sport. Final Super Coppa pada Selasa (23/1/2024) nanti jadi kali ke-12 Inter tampil di partai puncak kompetisi tersebut.

Sejauh ini, Il Biscione telah mengumpulkan 7 gelar. Tambahan 1 gelar lagi akan membuat mereka mengungguli rival sekota, AC Milan (7 gelar) dan mendekatkan dengan Juventus sebagai tim tersukses (9 gelar). Musim lalu, Inter mendapatkan gelar Super Coppa saat menaklukkan AC Milan. Sebaliknya, bagi Napoli, final nanti akan jadi kali ke-5 mereka.

Sepanjang sejarahnya, sudah 2 gelar dikumpulkan kubu Naples. Terakhir kali Partenopei mendapatkan gelar Super Coppa pada 2014 silam saat menaklukkan Juventus.

Bagikan: