Luapan kegembiraan supporter PSMS menggelegar saat penjaga gawang PSMS berhasil menyelamatkan tembakan pinalti terakhir pemain Persib Bandung Adjat Sudrajat. Adjat sendiri sebelumnya di penyisihan dan putaran final kerap membobol gawang PSMS yang dikawal Ponirin Meka.
Keterampilan Ponirin menghalau tendangan pemain Persib, menghantarkan kemenangan PSMS 3-2 atas Persib, dan membuat PSMS menyandang gelar Juara Divisi Utama Perserikatan PSSI 1983. Kemenangan tersebut telah membuat suasana haru diiringi linangan air mata pemain dan offisial PSMS, yang saling berangkulan di lapangan hijau.
Sementara sejumlah pemain lainnya mengarak bendera PSMS keliling lapangan Stadion Utama Senayan Jakarta, disertai acungan jari membentuk huruf “V”, sebagai tanda kemenangan sekaligus menandakan keberhasilan PSMS Medan menjadi Juara Divisi Utama Perserikatan PSSI untuk ke-5 kalinya.
Trio Pelatih PSMS Medan Wibisono, Zulakarnaen Pasaribu dan Parlin Siagian mencatat sejarah atas keberhasilan PSMS Medan menjadi Juara Divisi Utama Perserikatan PSSI 1983 ini. Ketiganya mencatat sejarah sebagai sosok pertama yang sukses membawa PSMS Medan menjadi Juara Kejurnas/Divisi Utama Perserikatan PSSI sebagai pemain dan pelatih.

Sebelumnya sebagai pemain Wibisono sukses membawa PSMS Juara Kejurnas PSSI pada 1967 dan 1971. Zulkarnaen Pasaribu sebagai pemain membawa PSMS menjadi Juara Kejurnas PSSI pada 1967, 1971 dan 1975 (Juara bersama dengan Persija). Parlin Siagian sebagai pemain membawa PSMS Medan menjadi Juara Kejurnas PSSI pada 1975 (Juara bersama dengan Persija).





