Gol ini jelas membuat pemain-pemain Persija kaget, dan Persija pun mulai ambil inisiatif untuk melakukan penyerangan. Dari sebelah kanan tribun terdengan teriakan- teriakan “Hidup Persija. Hidup Persija.. !!” teriakan-teriakan ini melecut semangat pemain-pemain Persija. Serangan demi serangan meluncur deras ke gawang Medan
melalui kaki-kaki dari para penyerang Persija.

Permainan juga meningkat keras serta licik.Wasit pun terpaksa harus memperingatkan beberapa pemain dari kedua pihak. Dari pelanggaran-pelanggaran itu suasana pertandingan menjadi tegang. Tackle-tackle keras mulai dilakukan dan setiap kali wasit meniup peluit akibat pelanggaran-pelanggaran itu, pemain-pemain PSMS tampak kurang puas atas keputusan wasit.

Pemain-pemain Persija juga ikut-ikutan melakukan hal yang sama. Pada menit ke-26, dalam suatu kemelut di depan gawang PSMS, Iswadi Idris mengumpan bola dan Sofyan Hadi mampu membobol gawang PSMS yang dikawal Pariman melalui sundulan. Skor menjadi imbang 1-1. Suasana pertandinganpun mulai memanas setelah skor imbang tersebut. Untuk kejadian ini, Kompas edisi 10 November 1975 melaporkan: “Tak dapat dihindarkan kesan bahwa para pemain makin ‘peka dan galak’.

Wasit Mahdi Tallib saat memimpin Final Kejurnas PSSI 1975.

Menit ke-29 terjadi pelanggaran atas Andi Lala dan kiri luar Persija ini secara ‘agak dibuat-buat’ jatuh terpelanting. Wasit memberikan tendangan bebas untuk Persija. Para pemain PSMS yang tidak terima sempat mengerumuni wasit dan ada pula yang mendorongnya.

Dalam suatu kesempatan, Andi Lala melakukan tackling terhadap kanan luar PSMS Suwarno dan mengakibatkan tendangan bebas di luar kotak penalti. Namun, sebelum tendangan bebas dilakukan, Andi Lala ditendang Suwarno dari belakang.

Pelanggaran – pelanggaran keraspun terus terjadi.Dalam suatu kesempatan Sarman Panggabean tiba-tiba memotong lari dari Junaedi Abdillah dengan kasar walau posisi Junaedi Abdillah sedang tidak memegang bola. Juanedi Abdillah sempat tergeletak. Kejadian ini sangat menyulut emosi pemain kedua kesebelasan dan pemain nyaris baku hantam di lapangan.

Sarman Panggabeanpun kemudian diberi kartu kuning oleh wasit. Puncaknya terjadi ketika Iswadi melanggar Nobon hingga Nobon terkapar. Akibatnya Iswadi diberi kartu merah oleh wasit oleh wasit. Kapten Persija Oyong Liza tidak terima dengan keputusan wasit Mahdi Thalib tersebut, karena pelanggaran yang sama pun dilakukan oleh
Sarman Panggabean terhadap Junaidi Abdillah tapi hanya berbuat kartu kuning.

Bagikan: