Walau pun begitu Mario masih mampu membawa PSMS lolos ke Semifinal Copa Dji Sam Soe 2006. Sayang langkah PSMS terhenti di Semifinal setelah takluk dari Arema Malang. Mario Alberto juga adalah sosok yang dekat dengan suporter PSMS.Tak jarang dirinya kumpul bareng bersama para penggemar PSMS.

Semifinal Copa Dji Sam Soe 2006 adalah ajang terakhirnya bersama PSMS karena PSMS kemudian memutuskan untuk mengontrak centre back asal Liberia yang tampil apik bersama Persekabpas Pasuruan Murphy Kumonple Nagbe.

Usai dari PSMS Medan,pada awal 2007 Mario Alberto nyaris bergabung dengan Semen Padang.Pelatih Semen Padang Sutan Harhara yang pernah menanganinya di PSMS tertarik dengan kemampuannya dalam mengawal lini belakang dan merekomendasikannya untuk direkrut oleh Semen Padang.

Mario Alberto dan rekan-rekannya merayakan keberhasilan PSMS menjadi Juara Piala Emas Bang Yos II Februari 2005 setelah di Final menaklukkan Geylang United 5-1.

Sayang walau sempat latihan bersama Semen Padang, Mario Alberto urung bergabung dengan Semen Padang akibat tidak adanya kesepakatan kontrak antara Semen Padang dengan agen yang menaunginya.

Kegagalan bergabung dengan Semen Padang membuat Mario kecewa dan pulang ke Chili. Dirinya akhirnya memutuskan mundur dari sepakbola. Mario kemudian memulai karir baru sebagai bagian dari Marketing Department produsen alat-alat olahraga PUMA di Chili.

PSMS di Liga Indonesia 2005. Berdiri ki-ka: Reswandi, Mario Alberto, Alejandro Tobar, Mahyadi Panggabean, M Halim, Christian Carrasco. Jongkok Ki-Ka: Restu Kartiko, Rusdianto, Eka Miharwiyanto, Luis Eduardo dan Christian Gonzalez.

Dan kini setelah mundur dari PUMA,Mario Alberto mengelola perusahaan pakaian olahraga di Chili. Dan hingga kini kecintaannya kepada PSMS Medan tidak luntur dan berharap suatu saat bisa kembali ke Medan dan Indionesia untuk bertemu dengan para pecinta PSMS. (***)

Bagikan: