Demikian pula ketika Mario Alberto tampil bersama dengan Restu Kartiko dan Reswandi dalam formasi 3 centre back.Selain piawai dalam mengawal lini belakang, Mario Alberto juga punya kemampuan untuk naik membantu serangan. Tak jarang umpannya menjadi assist bagi terciptanya gol.

Penampilan apiknya membuat PSMS menjadi tim papan atas pada musim itu. Pergantian pelatih di tengah musim dari Sutan Harhara kepada M Khaidir tidak membuat posisinya tergeser. Mario turut berperan besar membawa PSMS lolos ke 8 Besar Divisi Utama Liga Indonesia.

Dan pada akhirnya PSMS menempati peringkat IV Divisi Utama Liga Indonesia 2005 setelah di perebutan peringkat ke-3 kalah dari PSIS 1-2. Mario Alberto juga turut berperan besar membawa PSMS melangkah jauh di Copa Dji Sam Soe (Piala Indonesia) 2005. Sayang langkah PSMS terhenti di Semifinal setelah kalah dari Persija.

Susunan Pemain PSMS 2006: Berdiri Ki-Ka: Reswandi, Agus Cima, Mbom Julien, Alejandro Tobar, Mario Alberto dan Markus Horison Ririhina. Jongkok Ki-Ka: Legimin Raharjo, Saktiawan Sinaga, Supardi Nasir, Alcidio Fleitas dan Mahyadi Panggabean.

Pada Piala Emas Bang Yos III Desember 2005 Mario Alberto tetap mengawal lini belakang PSMS.Duetnya dengan Restu Kartiko membuat lini belakang PSMS berdiri kokoh dan akhirnya berperan besar membawa PSMS menjadi Juara setelah di Final mengalahkan Persik Kediri 2-1.

Pada Divisi Utama Liga Indonesia 2006 Mario tetap menjadi pilihan utama pelatih M Khaidir. Duetnya bersama Restu Kartiko maupun bintang muda PSMS waktu itu Fadly Hariri membuat lini belakang PSMS solid dan kokoh.

Sayang kondisi tim yang tidak stabil pada pertengahan musim yang berujung pergantian pelatih dari M Khaidir kepada Rudi Saari membuat PSMS gagal lolos ke babak 8 Besar Liga Indonesia 2006 karena hanya menduduki peringkat ke-5 Wilayah I.

Bagikan: