MEDANSPORT.ID – MEDAN – Selangkah lagi Manchester City meraih treble winner di kasta sepakbola Eropa. Di Liga Inggris (EPL) pasukan Pep Guardiola mengakhiri dominasi Arsenal yang sedari awal bergulirnya musim 2022/2023 memimpin klasemen. Namun berkat kematangan sang entrenador asal Spanyol itu The Citizens
menyalip si Gudang Peluru di beberapa pertandingan akhir musim.

Belum puas, pada akhir pekan kemarin, lagi-lagi keberingasan Erling Haaland dan kawan-kawan melumat tim sekotanya Manchester United untuk memperebutkan Piala FA Cup. Begitu tokcer, dua gol İlkay Gündoğan, sang kapten memupus harapan The Red Devil. Tropi kedua itu pun digondol Manchester City. Dua tropi, toh belum puas juga?

Ya, pasalnya selama tujuh melatih Manchester City, Pep Guardiola kerap tersingkir dan tersungkur di Piala Champions. Gengsi sang jawara Eropa hanya sekadar impian belaka bagi Pep masa itu. Namun kini pasukan si Biru Langit sungguh beda. Mereka bisa leluasa melenggang ke fase Final tropi si Kuping Besar itu. Terakhir
mengubur mimpi Real Madrid dengan agregat 5-1.

Hanya saja, dengan raihan dua tropi (Juara EPL dan Piala FA), tim sekelas kasta Eropa belum komplit rasanya apabila minim prestasi mengangkat si Kuping Besar. Memang diketahui Manchester City tak pernah membawa tropi Champions ke markasnya di Etihad Stadium. Padahal Liga Champions sudah bergulir sejak 1965 hingga 2022.

Mirisnya di babak semifinal periode 2021-2022, The Citizens tersingkir oleh sesama tim Inggris. Yakni Chelsea yang saat itu menghabisi Manchester City dengan skor tipis 1-0. Belajar dari keadaan itu pula sepertinya Pep Guardiola bekerja keras dengan mendatangkan Erling Haaland dan İlkay Gündoğan dari klub Jerman. Perlahan tapi pasti, Pep mengubah keadaan Manchester City.

Terbukti, Minggu (11/6/2023) dini hari nanti, Kevin De Bruyne dan kawan-kawan menghadapi tim wakil Italia, Inter Milan. Target treble winner dan untuk pertama kali meraih supremasi kasta tertinggi liga Eropa, Piala Champions, bukanlah hal mudah untuk Pep Guardiola. Ambisius, optimismis, nafsu dan terutama ‘power’ dikerahkan Pep Guardiola demi tropi Champions mendarat di Etihad Stadium.

Bagikan: