Hal ini membuat Zulham memutuskan kembali ke PSMS Medan dan bergabung dengan klub Indonesia Muda. Kiprahnya di PSMS membuat dirinya dipercaya menjadi Kapten Tim Sumut yang berlaga di PON X pada 1981. Sayang Sumut gagal meraih Medali Emas setelah di final kalah adu penalti melawan Lampung.Pada 1981 ini pula di beberapa pertandingan Pra Piala Dunia 1982 Zulham sempat dipercaya menjadi Kapten Timnas.
Pada 1982 Zulham sukses memimpin rekan – rekannya di PSMS menjadi Juara Fatahillah Cup 1982 di Jakarta. Kepercayaan pelatih Herman Tamaela kepadanya dibayar dengan kesuksesan menjadi Juara setelah di final menaklukkan PSIS Semarang.
Di 1983 ini pula Zulham dipercaya oleh pelatih Ipong Silalahi menjadi kapten PSMS yang berlaga di Marah Halim Cup 1983. Aksi gemilangnya memimpin rekan – rekannya di lapangan berhasil membawa PSMS lolos ke Final setelah di Semifinal menaklukkan Irak 1-0. Sayang di Final PSMS kalah 1-3 dari Korea Selatan dan harus puas menjadi Runner Up.
Pada Divisi Utama Perserikatan PSSI 1983 Zulham kembali dipercaya oleh Trio Pelatih Wibisono, Zulkarnaen Pasaribu dan Parlin Siagian menjadi kapten Tim. Setelah tampil gemilang di penyisihan Zulham dan kawan-kawan sukses lolos ke putaran Final yang berlangsung di Jakarta.
Sayang pada partai “hidup mati” melawan Persebaya Zulham mengalami cedera dan harus digantikan oleh Marzuki Nyakmad. PSMS menang 1-0 lewat gol yang dicetak Suherman dan lolos ke Final. Cedera ini pula yang memaksa Zulham absen di Final dan kapten beralih kepada Sunardi B. Di Final PSMS sukses menaklukkan Persib 3-2 melalui drama adu penalti setelah bermain imbang 0-0 dalam babak normal dan perpanjangan waktu.

Keberhasilan PSMS menjadi Juara Divisi Utama Perserikatan PSSI 1983 ini membuat PSMS dipercaya mewakili Indonesia di Merlion Cup 1983 yang berlangsung di Singapura dan Zulham kembali dipercaya menjadi kapten Tim. Sayangnya setelah Merlion Cup 1983 Ini Zulham menghilang dari skuad PSMS.
Salah satu penyebabnya adalah kondisi fisiknya yang menurun akibat sakit yang dideritanya. Dan setelah cukup lama menghilang dari skuad PSMS,akhirnya Zulham Effendi dipanggil memperkuat PSMS yang akan berlaga di Piala Marah Halim XIV pada 1985. Panggilan ini disambutnya dengan antusias yang tinggi.





