MEDANSPORT.ID – MEDAN – Dunia sepakbola berduka di awal tahun 2024 setelah wafatnya pemain dan pelatih legendaris dunia asal Brazil, Mario Jorge Lobo Zagallo atau yang biasa dikenal dengan nama Mario Zagallo.
Legenda sepak bola Brasil itu menghembuskan napas terakhirnya di Rio de Janeiro, Brasil, pada Jumat (5/1/2024) atau Sabtu (6/1/2024) WIB. Maria Zagallo meninggal dunia di usia 92 tahun.
Lahir di Atalaia, Brasil, pada 9 Agustus 1931, Mario Zagallo secara total berhasil menjuarai Piala Dunia sebanyak empat kali, baik sebagai pemain maupun pelatih.Zagallo pada 1970 tercatat sebagai sosok pertama yang membawa sebuah negara menjadi Juara Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih.
Zagallo memulai karir sepak bolanya bersama klub América pada tahun 1948, dan dia kemudian bermain untuk Flamengo dan Botafogo. Zagallo memenangkan Piala Dunia sebagai pemain bersama Brasil pada tahun 1958 dan 1962.
Pada saat Piala Dunia 1958 di Swedia, Zagallo adalah pemain Flamengo, namun pada Piala Dunia tahun 1962, di Chili dia bermain untuk Botafogo. Zagallo membawa Brazil menjadi Juara Piala Dunia 1958 dan 1962 bersama Garrincha, Pele, Vava, Didi, Bellini dan lainnya dengan gaya sepakbola indah khas “Tarian Samba” Brazil.
Sukses Brazil pada 1958 dan 1962 ini menyamai Italia yang menjadi Juara Piala Dunia secara beruntun pada 1934 dan 1938. Zagallo total memperkuat Timnas Brazil sebanyak 33 kali dari tahun 1958 sampai 1964.
Zagallo memulai karir manajerialnya di Botafogo pada tahun 1966 seusai mundur sebagai pesepakbola. Pada tahun 1970 Zagallo dipercaya menjadi Pelatih Timnas Brazil di Piala Dunia 1970 di Mexico. Tim Brazil pada waktu itu selain diperkuat Pele juga diperkuat bintang-bintang baru. Seperti Rivelino, Jairzinho, Tostão, Gérson, Carlos Alberto Torres dan Clodoaldo.
Hasilnya, Brazil sukses menjadi Juara Piala Dunia setelah di Final menaklukkan Italia 4-1. Sukses ini membuat Brazil mencatat sejarah sebagai negara pertama yang menjadi Juara Piala Dunia 3 kali setelah sebelumnya menjadi Juara pada 1958 dan 1962. Dan Zagallo terlibat dalam 3 momen tersebut.

Zagallo juga mencatat sejarah sebagai sosok pesepakbola pertama yang membawa timnya menjadi Juara Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih. Zagallo menjadi pelatih termuda kedua yang memenangkan Piala Dunia, setelah Alberto Suppici, yang meraih Juara Piala Dunia sebagai pelatih pada usia 31 tahun bersama Uruguay pada Piala Dunia 1930.
Jelang Piala Dunia 1994 Timnas Brazil sempat diwarnai konflik. Konflik ini berakibat langkah Brazil tertatih-tatih untuk lolos ke Piala Dunia 1994 yang digelar di Amerika Serikat. Akhirnya atas restu CBF pelatih Carlos Alberto Parreira memanggil Zagallo untuk mendampinginya sebagai Asisten Pelatih.
Dan terbukti kehadirannya dalam tim dengan kharisma dan kewibawaannya mampu meredakan konflik.yang ada dalam tim. Sosoknya sangat dihormati oleh bintang-bintang Brazil seperti Romario, Bebeto, Dunga, Aldair, Cafu, Rai, Taffarel, Branco dan lainnya.
Suasana yang kondusif ini membawa Brazil sukses menjadi Juara Piala Dunia pada 1994 setelah di Final menaklukkan Italia lewat adu penalti 3-2. Sukses ini membuat Brazil mencatat sejarah sebagai negara pertama yang menjadi Juara Piala Dunia sebanyak 4 kali. Gelar ini juga memupus dahaga Brazil yang selama 24 tahun “puasa gelar” Juara Piala Dunia.
Zagallo dijuluki “Profesor” oleh para pemainnya sepanjang karir kepelatihannya, karena kemampuannya yang hebat dalam meramu taktik maupun mengembangkan bakat pemainnya dan kehadirannya yang berwibawa serta berkharisma ketika melatih. Pada dekade 90-an Zagallo mengorbitkan beberapa bintang muda berbakat ke Timnas Brazil.

Ya, seperti Ronaldo, Juninho, Dida, Denilson, Roberto Carlos, Rivaldo dan lainnya. Dan ternyata kelak mereka menjadi pilar kesuksesan Brazil ketika menjadi Juara Piala Dunia 2002. Pada Juli 2022, Zagallo dirawat di rumah sakit karena infeksi saluran pernapasan. Kemudian pada Agustus 2023 dirawat di rumah sakit selama 22 hari karena infeksi saluran kemih.
Dan setelah dirawat di rumah sakit beberapa hari di Rio de Janeiro, dia meninggal pada 5 Januari 2024 (6 Januari 2024) karena kegagalan fungsi banyak organ tubuhnya, pada usia 92 tahun. “Selamat Jalan Mario Zagallo”. (***)





