Dalam drama adu penalti ini hanya dua eksekutor Persib yang mampu menjebol gawang PSMS yang dikawal Ponirin Meka, yaitu Bambang Sukowiyono dan Wawan Karnawan. Tiga penendang lainnya yaitu Giantoro, Wolter Sulu dan Adjat Sudrajat, berhasil ditepis dengan gemilang oleh Ponirin Meka.

Dari PSMS 3 eksekutornya yaitu Sunardi B,Sunardi A dan Suherman.Gelar ini sendiri adalah gelar Juara Kejurnas/Divisi Utama Perserikatan PSSI yang ke-5 untuk PSMS setelah sebelumnya sukses menjadi Juara pada 1967,1969.1971 dan 1975 (Juara Bersama dengan Persija)

Keberhasilan ini membuat Ponirin Meka mulai dilirik oleh Timnas.Pada turnamen Merdeka Games 1984 Timnas Perserikatan yang waktu dilatih oleh Legenda PSMS dan Timnas Yuswardi memanggil Ponirin Meka bersama 3 rekannya di PSMS yaitu Sakum Nugroho, Yusnik Adiputra dan Reno Latuperissa.

Kiper PSMS Medan Ponirin Meka memeluk Piala Presiden yang diraih oleh PSMS di Divisi Utama Perserikatan PSSI 1983 di pesawat dalam perjalanan pulang ke Medan. PSMS menjadi Juara setelah di Final mengalahkan Persib 3-2 dlm drama adu penalti setelah dlm babak normal dan perpanjangan waktu bermain imbang 0-0 pd Final yg berlangsung di Std.Utama Senayan Jakarta 10 November 1983.

Walau dalam turnamen ini Timnas gagal menjadi Juara namun penampilan Ponirin Meka menuai pujian. Pada Divisi Utama Perserikatan PSSI 1984/1985 pelatih PSMS Medan Parlin Siagian Kembali mempercayakan Ponirin Meka untuk menjadi Kiper Utama PSMS.

Ponirin Meka bersama rekan – rekannya tampil solid dan menawan hingga akhirnya sukses membawa PSMS Medan lolos ke Final.Pada Final 1984/1985 ini PSMS kembali menghadapi Persib Bandung.

Dalam babak normal dan perpanjangan waktu kedua tim bermain imbang 2-2 dan akhirnya Final harus diselesaikan lewat drama adu penalti. Di babak adu penalti, Ponirin kembali menjadi pahlawan PSMS Medan. Eksekusi Iwan Sunarya, Adeng Hudaya, Dede Iskandar, dan Robby Darwis sukses dibendung Ponirin Meka.

Bagikan: