Ponirin Meka berkarir di Persijatim hingga mundur sebagai pemain dan kemudian beralih menekuni bidang kepelatihan. Selain tangkas dan cekatan di bawah mistar gawang Ponirin Meka juga dipuja kaum hawa waktu itu karena wajahnya yang ganteng dan mirip dengan bintang idola remaja tahun 80-an Herman Felani.
Seusai pensiun dari Bea Cukai Ponirin Meka bermukim di Sei Merah Deli Serdang dan menekuni profesi sebagai peternak sapi dan memelihara ikan nila dan lele. Beliau benar – benar sudah tidak tertarik lagi untuk berkecimpung dalam dunia sepakbola yang telah membesarkan namanya dan lebih memilih untuk berkumpul bersama keluarga disamping berkecimpung bidang pertanian yang ditekuninya.
Dan 10 April 2022 bertepatan dengan 8 Ramadhan 1443 H pukul 16.30 WIB Bang Ponirin Meka dipanggil Allah SWT. Selamat jalan duhai Pahlawan Olahraga Medan, Sumut dan Indonesia. Kenangan kejayaanmu bersama PSMS dan Timnas Indonesia akan tetap hidup di hati kami semua.
Terharu melihat ramainya para pelayat baik dari suporter PSMS,mantan pemain PSMS dan para masyarakat yang datang bertakziah dan menghantarkan Bang Ponirin Meka menuju peristirahatannya yang terakhir di tanah kelahirannya di Sei Merah Tanjung Morawa 11 April 2022.

Kepada Bang Ponirin Meka terimakasih atas komunikasi kita yang intens selama beberapa tahun terakhir. Bangga rasanya Bang Ponirin mau menjadikan saya sebagai tempat untuk mencurahkan isi hati Bang Ponirin tentang sepakbola kepada saya. (***)





