Hanya Adjat Sudrajat yang sukses mencetak gol. Kemenangan PSMS ditentukan oleh eksekusi penendang ketiga PSMS Musimin dan penendang kelima PSMS Mamek Sudiono yang tak mampu dicegah kiper Persib Bandung Sobur. Inilah gelar Juara ke-6 bagi PSMS Medan di Divisi Utama Perserikatan PSSI yang disambut meriah oleh para pendukung PSMS Medan baik ketika di Jakarta maupun ketika kembali ke Medan.
Penampilan memukau bersama PSMS kemudian kembali membawanya masuk tim Garuda. Ponirin Meka dipercaya Pelatih Timnas Bertje Matulapelwa dan Sarman Panggabean menjadi kiper utama ketika Indonesia tampil menawan di Asian Games 1986 di Seoul.
Indonesia melaju ke Semifinal setelah di perdelapan final mengalahkan Malaysia 1-0 dan di perempatfinal mengalahkan Uni Emirat Arab dengan adu penalti, 6-5 (2 -2 di waktu normal). Ponirin menggagalkan penalti UEA di babak kedua sekali dan sekali lagi pada adu penalti.

Sayang, kemudian Timnas kalah 0-4 dari tuan rumah Korea Selatan dan kalah 0-5 saat perebutan tempat ketiga melawan Kuwait. Pemain yang dijuluki “Si Tangan Emas” ini juga ikut membawa Indonesia meraih Medali Emas untuk pertama kalinya di SEA Games 1987 yang berlangsung di Jakarta.
Kepercayaan Bertje Matulapelwa dibayar dengan penampilan memukau oleh Ponirin Meka. Selama turnamen, Ponirin hanya kebobolan satu gol. Di babak grup Indonesia menang 2-0 atas Brunei Darussalam dan imbang tanpa gol melawan Thailand. Lantas menang 4-1 atas Myanmar di semifinal, dan menang 1-0 atas Malaysia di final melalui gol Ribut Waidi.
Selain bermain bersama PSMS Medan,Ponirin Meka juga sempat bermain bersama Persijatim dalam nanungan klub Bina Taruna.Ponirin Meka pindah ke klub Bina Taruna tidak lama setelah membawa PSMS Medan Juara Divisi Utama Perserikatan PSSI 1985 akibat mutasi tugas dari instansi tempatnya bekerja di Bea Cukai.





