MEDANSPORT.ID – MEDAN – Tepat hari ini 18 tahun lalu. Gempa besar 9,3 skala Richter menguncang Aceh dan Nias hingga menyebabkan bencana tsunami besar yang memporak-porandakan wilayah Aceh. Saking besarnya tsunami menerjang, tercatat hingga mencapai 200.000 lebih orang menjadi korban meninggal dalam tragedi tsunami tersebut.
Salah satu yang menjadi korban adalah Striker Persiraja dan Timnas, Irwansyah. Rumah Irwansyah berada di dekat Pantai Ulee Lheu, lokasi terparah akibat dampak tsunami. Dan Irwansyah adalah salah satu korban yang meninggal dunia terseret arus tsunami.
Pria kelahiran Aceh 19 Mei 1975 tersebut mulai menarik perhatian sepak bola nasional sejak dirinya memperkuat Aceh di PON 1993. Legenda PSMS Parlin Siagian yang waktu itu melatih Tim PON Aceh melihat bakat besar Irwansyah dan menariknya untuk memperkuat Tim PON Aceh. Di Tim PON ini pula Irwansyah ditempatkan Parlin Siagian pada posisi terbaiknya yaitu Striker.

Sebelumnya, Irwansyah kerap dimainkan sebagai gelandang dan bek sayap. Di bawah polesan Parlin Siagian itu Irwansyah menjelma menjadi striker tangguh. Kepala, kaki kanan, dan kaki kirinya yang tajam menjadi sesuatu yang ditakuti oleh kiper kiper lawan.





