Untuk 2021, dikatakan Zumri, KPOTI akan membentuk PANGKOTRAD di lima kabupaten/kota. Bisa jadi di tahun-tahun mendatang PANGKOTRAD terus berkembang ke daerah lain. “Hendaknya pembentukan PANGKOTRAD di lima kabupaten/kota se-Sumut yang baru saja dilepas ini bukan sekedar, seremonial belaka, tapi benar-benar memperlihatkan implemenasinya ke masyarakat,” tambah Zumri.
Zumri menyebutkan tetap akan berharap KPOTI Sumut terus berkoordinasi dengan Pemprovsu dan kami juga menunggu progress kegiatan yang akan dilaksanakan. “Sehingga koloborasi antara KPOTI dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut dapat terjalin lebih baik terkhusus dalam usaha memajukan kebudayaan untuk mewujudkan sumut bermartabat dengan budaya” katanya.
Ditanya, apakah keberadaan KPOTI sejalan dengan program dari pemerintah Pemprovsu Dengan lugas Zumri menjelaskan, kesepahaman itu pasti ada. Sebab, lanjutnya, berbicara tentang permainan rakyat dan olahraga tradisional itu pasti muncul budaya di situ, sehingga sanggat erat kaitannya dan sangat sejalan dengan Visi Misi pemerintah Sumatera Utara.
“Kita tak hanya berbicara tentang olahraga tapi di dalamnya juga budaya. Ini yang membuat kolaborasi ini akan semakin kuat,” tandas Zumri. (Joko Heryanto)






