*Marah Halim Cup I, 1972

PSMS Gondol Piala Berbalut Emas Usai Taklukan Persebaya Di Final

Marah Halim Cup I
PSMS Vs PSM di Marah Halim Cup 1972.PSM unggul lebih dulu lewat penalti yang dibalas dengan tendangan terukur dari libero PSMS Anwar Ujang. (dok/Olympic)

Catatan : Indra Efendi Rangkuti, Pengamat Olahraga

MEDANSPORT.ID-DOKUMENTER-- Marah Halim Cup adalah turnamen sepakbola yang digagas oleh Gubernur Sumatera Utara Marah Halim Harahap.

Turnamen ini digelar, selain untuk memeriahkan hari ulang tahun Kota Medan juga untuk memberi kesempatan bagi PSMS Medan menguji kekuatannya dengan klub – klub Nasional.

Kelak dalam pelaksanaanya juga dengan melibatkan klub – klub luar negeri. Bahkan sejak 1974 Marah Halim Cup masuk dalam agenda resmi FIFA.

Turnamen marah Halim Cup I berlangsung pada 7 – 16 April 1972 yang dibuka secara resmi oleh Gubsu Marah Halim Harahap dan diikuti oleh 6 klub yaitu PSMS, Persija, Persebaya, Persib, PSM dan Persema.

PSMS Sang Juara Kejurnas/Divisi Utama Perserikatan PSSI 3 kali berturut – turut pada 1967, 1969 dan 1971 berada satu grup dengan Persema dan PSM. Sedangkan Persija satu grup dengan Persebaya dan Persib.

PSMS Medan tampil sebagai Juara Grup A setelah mengalahkan Persema 1-0 dan imbang 1-1 dengan PSM. Persema tampil sebagai runner-up setelah mengalahkan PSM 2-1.

Persebaya tampil sebagai Juara Grup B setelah imbang 1-1 dengan Persija dan mengalahkan Persib 3-0. Persija tampil sebagai runner-up setelah mengalahkan Persib 1-0.

PSMS Medan dan Persebaya Surabaya sang Juara Grup akhirnya sukses lolos ke Final Marah Halim Cup I yang berlangsung 16 April 1972. PSMS lolos ke Final setelah di Semifinal mengalahkan musuh bebuyutannya Persija 1-0 lewat gol Parlin Siagian. Pesebaya sendiri lolos ke Final setelah mengalahkan Persema Malang 1-0 lewat gol Guntur.

Final Marah Halim Cup antara PSMS dengan Persebaya berjalan sangat menarik dan menegangkan. Kedua kesebelasan bermain dengan tempo yang cukup tinggi.

Sunarto, Yuswardi, Anwar Ujang dan Sukiman, yang menjadi andalan lini belakang PSMS berkali-kali harus melakukan tekel untuk menghentikan serangan dari Persebaya yang dimotori oleh Abdul Kadir dan Jacob Sisahale. Demikian juga dengan kiper PSMS Ronny Pasla yang harus jatuh bangun menahan gempuran pemain – pemain Persebaya.

Pada menit ke-5 berawal dari serangan balik Parlin Siagian yang berlari kencang ke daerah pertahanan Persebaya memberi passing akurat kepada Tumsila yang akhirnya mencetak gol dengan spektakuler dan menurut para pengamat gol Tumsila itu adalah yang terbaik sepanjang turnamen.

Setelah tertinggal lewat gol Tumsila, Persebaya berusaha mati-matian mengepung barisan pertahanan PSMS. Untungnya Kiper Ronny Pasla bermain cemerlang dalam pertandingan ini, berkali-kali dia berhasil menahan tembakan para pemain Persebaya dari gawangnya. Tapi nampaknya setelah serangan bertubi-tubi yang dilancarkan hanya tinggal menunggu waktu saja bagi Persebaya untuk dapat menciptakan gol.

Hal ini menjadi kenyataan ketika pada menit ke-35 Hartono berhasil melesakkan gol ke gawang PSMS yang dijaga Ronny Pasla. Babak pertama pun berakhir dengan skor imbang 1-1.

Babak kedua PSMS bermain lebih beringas. Petaka bagi Persebaya terjadi pada menit ke-50 ketika Nobon berhasil membuat PSMS kembali unggul, skor pun berubah menjadi 2-1. Setelah gol kedua PSMS ini pertandingan jadi tambah memanas, ditandai dengan banyaknya tekel-tekel keras dan benturan-benturan kepala yang terjadi di lapangan. Wasit Salam Sunarjo yang memimpin pertandingan ini berkali-kali harus menghentikan pertandingan.

Baca Juga : Ada Doa dan Dukungan Tukang Becak, Buruh Dan Masyarakat Sumut Kepada PSMS

PSMS akhirnya berhasil mengunci kemenangan mereka lewat gol kedua dari Nobon di menit ke-78. Skor 3-1 untuk kemenangan PSMS ini bertahan hingga akhir pertandingan. Tim berjuluk “The Killer” ini akhirnya sukses mencatat sejarah sebagai tim yang pertama kali menjuarai Turnamen Marah Halim Cup dan berhak menggondol Piala Berbalut Emas yang telah disiapkan oleh Panitia Penyelenggara. (*)

Baca Juga