Abu, Ingin Berjuang Hingga Darah Penghabisan Demi Emas Di Papua

MEDANSPORT.ID- MEDAN-- Sejak kecil sudah menyukai tinju. Setelah besar pria bernama lengkap Abu Sofyan ini memilih jalan hidupnya sebagai seorang petinju.

Di balik latar belakang kehidupan miris yang terus dibayangi kemiskinan, Abu panggilan akrabnya itu kian akrab dengan dunia petarung.

Bagi pria yang sempat putus sekolah karena keterbatasan biaya ini pun ingin membuktikan jika tinju mampu mengangkat derajat keluarganya.

Ya, mimpi itulah yang akan dibuktikannya kala berjuang pada perhelatan PON XX Papua 2020 yang akan berlangsung dalam waktu dekat.

Bahkan Abu siap berjuang hingga titik darah penghabisan demi meraih mimpi dan membawa pulang medali.

Bagaimana kisah perjalanannya? Dirinya coba berbagi kisah bersama Medansport.id beberapa waktu lalu.

Si anak tunggal berlatarbelakang sebagai anak seorang tukang becak ini mengaku mulai kenal tinju saat sekolah lanjutan pertama.

Kebetulan Sasana Asahan Putra berada tak jauh dari tempat tinggalnya. Dirinya juga bersahabat dengan Pran Rosepel Hutajulu, atlet tinju yang juga bakal berjuang pada PON Papua nanti.

"Frans juga salah satu yang bawa saya lebih tertarik dengan tinju, kebetulan kami juga tinggal pada lingkungan yang sama," ujar Abu.

Lika-liku jalan kehidupan dirinya dan Frans di dunia tinju ini tak jauh berbeda. Sama-sama berasal dari keluarga tak berada.

"Kami juga mempunyai pedoman hidup yang sama, yang selalu memberi kami motivasi mental kehidupan yaitu sosok DR.Donal Panjaitan. Karena kebetulan om Donal itu satu lingkungan juga dengan saya dan juga teman kecil mamak saya," ungkap Abu.

Bahkan, sosok Donal ini jugalah yang banyak membantu dirinya terutama semangat untuk terus mengenyam pendidikan.

"Sewaktu SMP di Taman Siswa Kisaran saya sudah sempat putus sekolah, malas mau sekolah dan Om Donal nasihati saya kebetulan pas saya putus sekolah itu saya masuk tinju, jadi om Donal beri saya nasihat terus-menerus mau jadi apa kau Abu kalau gak ada ijazah SMA," ujar pria penyuka lagu Malaysia, Thomas Arya itu.

Anak dari Syaiful Bahri dan Elnawati menjadikan nasehat itu sebagai cambukan dan lantas memilih melanjutkan jenjang pendidikannya.

"Itulah yang masih saya ingat terus nasihatnya makanya saya mau lanjut sekolah lagi dan banyaklah membantu biaya saya sampai dengan SMA juga beliau sering bantu saya mulai dari bantu menyelesaikan kenakalan saya di sekolah sampai biaya sekolah juga," kenangnya.

Abu yang bersyukur bisa menamatkan sekolahnya sampai dengan SMAN 5 Kisaran membuatnya lebih percaya diri untuk fokus dalam latihan dan pertandingannya.

Hasilnya, dari latihan yang didapatinya di sasana Asahan Putra Kisaran, Abu mulai mengikuti sejumlah pertandingan. Mengawali karirnya, Abu berhasil membuktikan tekadnya dengan berhasil menyabet Juara 1 Kejurda Junior Youth 2013 di Padang Lawas.

Tak sampai di situ Abu juga berhasil meraih Juara 1 Porwil Wilayah 2 untuk Sumut menuju Porprovsu, dan menyabet Juara 1 Porprovsu Sumut. Terkini, dirinya juga mampu meraih Juara 1 Porwil Bengkulu sekaligus memberinya tiket lolos ke PON Papua.

"Yang paling berkesan waktu saya bertanding di Porwil Bengkulu, karena di situlah saya memperebutkan dan mendapatkan tiket PON Papua," ujarnya dengan penuh bangga.

Abu nantinya akan turun pada 56 kg putra. Abu pun kini Fokus berlatih di bawah asuhan Pelatda Iryanto Bakti dan Liston Tampubolon

Program ketat dan terus menjaga berat badan lewat penguatan fisik dan teknik menjadi menu sehari-harinya.

Abu mengaku siap bertarung. Target podium menjadi tekadnya. Emas menjadi mimpi besar yang akan direalisasikannya.

"Saya menargetkan untuk naik podium, Insya Allah dan ini mungkin ajang bagi saya untuk menjadi batu loncatan demi masa depan saya dan demi kedua orang tua saya agar bisa saya beri kebahagiaan di masa tua mereka nanti, terutama menaikkan derajat kedua orang tua saya agar lebih baik lagi," tegasnya.

Sampai titik darah penghabisan itulah janjinya demi ajang yang paling bergengsi 4 tahun sekali itu.

"Mohon doanya juga buat semua masyarakat Sumut terkhusus Kabupaten Asahan agar saya bisa membawa pulang medali," tutupnya. (*)

Penulis: Joko Heriyanto
Editor: Kesuma Ramadhan

Baca Juga