MEDANSPORT.ID – MEDAN – Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un. Berita dukacita saya terima pagi ini bahwa telah berpulang ke Rahmatullah legenda Persija dan Timnas Indonesia Sutan Harhara pada 11 April 2026 jam 01.30 WIB di RSUD Tangerang Selatan Pamulang di usia 74 tahun.
Rasa dukacita mendalam saya rasakan atas wafatnya sosok kelahiran Jakarta 19 Agustus 1952 ini. Beliau bersama Sarman Panggabean adalah asisten pelatih Bertje Matulapelwa ketika Timnas lolos ke Semifinal Asian Games 1986 di Seoul dan meraih Medali Emas SEA Games 1987 di Jakarta.
Tapi salah satu bagian penting dalam karirnya yang membuat saya mengenalnya secara pribadi adalah ketika Sutan Harhara melatih PSMS Medan pada akhir 2003 hingga pertengahan 2005.
Tidak lama setelah PSMS promosi dari Divisi I ke Divisi Utama Liga Indonesia pada tahun 2003 PSMS menunjuk Sutan Harhara sebagai pelatih baru PSMS untuk menghadapi Liga Indonesia Divisi Utama Liga Indonesia 2004.
Penunjukan ini mengejutkan publik sepakbola Medan karena waktu itu Sutan Harhara menggantikan legenda PSMS dan Timnas Nobon yang sukses membawa PSMS promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia. Apalagi Sutan Harhara tidak pernah berkarir sebagai pemain PSMS dan berstatus sebagai legenda Persija yang pada era dirinya bermain adalah “musuh bebuyutan” PSMS.
Namun Sutan Harhara ketika itu dianggap oleh manajemen PSMS cocok untuk melatih PSMS karena filosofi permainan yang diusungnya “keras tapi sportif” cocok dengan karakter PSMS.Ditambah lagi pengalamannya menjadi bagian tim pelatih Timnas.

Berdiri Ki-Ka : Restu Kartiko, Alejandro Tobar, Mahyadi Panggabean, Mario Alberto, M.Halim dan Christian Carrasco.
Jongkok Ki-Ka : Rusdianto,Christian Gonzales, Eka Miharwiyanto, Luis Eduardo dan Reswandi
Dan akhirnya Piala Emas Bang Yos I yang digelar pada 6-13 Desember 2003 menjadi debut Sutan Harhara melatih PSMS setelah menggantikan Nobon. Nobon sendiri bukan sosok asing bagi Sutan Harhara karena keduanya pernah menjadi rekan setim di Timnas pada era 70-an.
Walau gagal menjadi Juara di Piala Emas Bang Yos I namun sentuhan Sutan Harhara membawa aura positif di dalam pernainan PSMS. Sutan Harhara mampu memadukan anak – anak Medan dengan non Medan dalam balutan permainan keras tapi sportif yang menjadi ciri khas PSMS.
Bahkan Sutan Harhara sukses menghadirkan sosok anak luar Medan tapi karakter petmainannya khas ala anak Medan dan pemain ini sejak tampil di Piala Emas Bang Yos I tahun 2003 tersebut menjadi idola baru pecinta PSMS.Sosok itu adalah Marwal Iskandar.
Di Divisi Utama Liga Indonesia 2004 Sutan Harhara mampu membawa PSMS tampil lumayan bagus walau baru promosi dan akhirnya tetap bertahan di Divisi Utama Liga Indonesia.PSMS saat itu menduduki peringkat 7 klasemen akhir Divisi Utama Liga Indonesia 2004 dari 18 klub peserta.
Prestasi ini membuat Sutan Harhara dipertahankan oleh PSMS untuk menghadapi Liga Indonesia 2005.Apalagi Sutan Harhara mampu membina hubungan baik dengan pecinta PSMS dan masyarakat Medan.Bahkan Sutan Harhara mendapatkan penghormatan dengan mendapat penabalan marga Harahap oleh masyarakat adat di Medan waktu itu
Dan sebagai ujian awal Sutan Harhara sukses membawa PSMS tampil meyakinkan di Piala Emas Bsng Yos II yang digelar 6-13 Februari 2005 di Stadion Utama Senayan Jakarta walau saat itu Marwal Iskandar telah meninggalkan PSMS.
Bukan hanya tampil memukau tapi PSMS juga sukses menjadi Juara Piala Emas Bang Yos II ini setelah di Final menaklukkan klub Singapura Geylang United 5-1. Bahkan striker PSMS asal Chili Christian Carrasco menjadi topskor.
Keberhasilan ini membuat banyak fihak menilai Sutan Harhara aksn sukses membawa PSMS berjaya di Divisi Utama Liga Indonesia 2005. Apalagi Sutan Harhara mampu memadukan anak – anak Medan seperti : M. Halim, Mahyadi Panggabean, Legimin Raharjo dan Saktiawan Sinaga dengan bintang luar Medan dan Sumut seperti : Restu Kartiko, Enjang Rohinan, I Komang Adnyana dan Yeyen Tumena serta bintang asing seperti : Luis Eduardo, Alejandro Tobar, Mario Alberto, Christian Carrasco dan belakangan Alcidio Fleiitas (pengganti Christian Gonzales yang cedera di awal musim)

Sayang kemudian prestasi PSMS tidak konsisten dalam perjalanan Divisi Utama Liga Indonesia 2005. Akhirnya manajemen PSMS memutuskan mengakhiri kerjasama dengan Sutan Harhara.PSMS kemudian menunjuk asisten pelatih M Khaidir sebagai pelatih PSMS menggantikan Sutan Harhara.
Dan M.Khaidir sukses membawa PSMS lolos ke 8 Besar Liga Indonesia 2005 dan lolos ke Semifinal Copa Dji Sam Soe 2005.
Walau sudah meninggalkan Medan saya secara pribadi tetap berkomunikasi dengan Bang Sutan Harhara.Banyak hal yang sering saya diskusikan dengan Beliau.
Pertemuan saya terakhir dengan Bang Sutan Harhara adalah pada 27 Juni 2018 di USU. Kala itu Sutan Harhara menjadi instruktur Kursus Pelatih Lisensi C AFC yang diadakan oleh Asprov PSSI Sumut di USU. Dan kebetulan saat itu PSMS kembali berlaga di kasta tertinggi sepakbola Indonesia yaitu Liga 1.
“Saya bersyikur PSMS kembali ke Liga I pada 2018 ini Pak Indra. Sudah sepantasnya PSNS berada di kasta tertinggi sepakbola Indonesia karena PSMS punya sejarah besar di sepakbola Indonesia. Semoga PSMS bisa bertahan di Liga 1″ ujarnya ketika itu kepada saya.
Dan Sutan Harhara juga mengungkapkan kebahagiaannya bisa kembali ke Medan dan membina calon – calon pelatih baru Medan dan Sumut.”Medan ini sudah seperti kampung halaman saya yang kedua apalagi saya mendapat marga Harahap disini Pak Indra” ujarnya sambil tersenyum kepada saya.
Silaturahmi saya dengannya terus berlanjut via telepin dan WA. Selain berdiskusi soal sepakbola kami juga sering membahas tentang PSMS.
Ketika PSMS degradasi ke Liga 2 pada 2019 dan hingga saat ini belum bangkit, Sutan Harhara juga mengungkapkan keprihatinannya kepada saya.

“Sedih saya PSMS masih betkutat di Liga 2 Pak Indra. PSMS itu klub besar. Banyak bintang besar Timnas Indonesia lahir dari PSMS tapi PSMS entah kapan bisa kembali ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia” ujarnya kepada saya.
Dan hari ini sosok yang ramah ini telah berpulang ke Rahmatullah. Kenangan kebersamaan saya dengannya akan tetap terukir dengan indah di hati saya.
Selamat Jalan Bang Sutan Harhara Harahap. Semoga ALLAH SWT menerima segala amal ibadah abang dan mengampuni segala dosa dan kesalahan abang semasa hidup di dunia. Aamiin.





