MEDANSPORT.ID – MEDAN – Wimbledon adalah turnamen tenis tertua di dunia. Kejuaraan ini pertama kali diadakan pada tahun 1877 di London, Inggris, di All England Lawn Tennis and Croquet Club. Wimbledon yang digelar di lapangan rumput ini dikenal dengan tradisi – tradisi uniknya, seperti penggunaan pakaian serba putih oleh para pemain dan menyajikan stroberi dan krim sebagai makanan khas.
Secara kronologis, turnamen ini merupakan turnamen Grand Slam ketiga dari empat turnamen tenis Grand Slam yang diadakan setiap tahun setelah Australia Terbuka dan Prancis Terbuka , serta sebelum AS Terbuka. Begitu hebatnya gengsi Wimbledon sehingga belum lengkap rasanya kejayaan seorang petenis jika belum berprestasi di Wimbledon.
Dunia tenis Indonesia khususnya sektor putri punya jejak prestasi hebat di Wimbledon. Diawali pada tahun 1971, dua petenis putri Indonesia bertanding di lapangan rumput Wimbledon. Mereka adalah Lita Liem Sugiarto dan Lany Kaligis.
Di sektor ganda putri, Lita dan Lany mampu mencapai perempat final Wimbledon. Tahun 1972 Lita Liem Sugiarto bahkan menembus putaran ketiga tunggal putri. Prestasi Lita Sugiarto di tunggal putri ini baru bisa disamai beberapa dekade kemudian.
Yayuk Basuki adalah sosok yang mampu menyamai bahkan melebihi prestasi Lita Liem Sugiarto di tunggal putri Wimbledon. Yayuk Basuki memulai debutnya di Wimbledon pada tahun 1990 pada usia 19 tahun. Saat itu Yayuk Basuki melangkah hingga babak kedua sebelum akhirnya takluk dari petenis Afrika Selatan Robyn Field dengan 4-6 dan 6-7.
Pada tahun 1991 Yayuk Basuki sukses menyamai prestasi Lita Sugiarto dengan lolos ke babak ketiga. Saat itu Yayuk Basuki berhasil melangkah ke babak ketiga. Sayang langkah Yayuk terhenti setelah takluk dari mega bintang Jerman Steffi Graf. Yayuk takluk 2-6 dan 3-6 dari Steffi Graf di babak ketiga Wimbledon.
Pretasi hebat ini membuat nama Yayuk Basuki menjadi bahan pembicaraan di Indonesia karena pada usia 20 tahun Yayuk Basuki mampu menyamai prestasi yang diraih Lita Liem Sugiarto pada tahun 1972. Ketika lolos ke babak ketiga tunggal putri Wimbledon 1972 Lita Liem Sugiarto berusia 26 tahun.
Tahun 1992 Yayuk Basuki berhasil melampaui catatan prestasi Lita Liem Sugiarto di tunggal putri Wimbledon. Yayuk Basuki berhasil lolos ke babak keempat tunggal putri Wimbledon 1992. Namun sayang langkah Yayuk Basuki terhenti setelah takluk 5-7 dan 2-6 dari legenda tenis Amerika Serikat Martina Navratilova.
Tahun 1993 Yayuk Basuki kembali berhasil lolos ke babak keempat. Namun sayang langkah Yayuk Basuki kembali terhenti setelah takluk rubber set 6-3, 2-6 dan 2-6 dari petenis Spanyol Conchita Martinez.
Tahun 1994 Yayuk Basuki kembali berhasil lolos ke babak keempat. Namun sayang langkah Yayuk Basuki kembali terhenti setelah takluk 4-6 dan 1-6 dari petenis Puerto Rico Conchita Martinez.
Tahun 1995 Yayuk Basuki kembali berhasil lolos ke babak keempat. Namun sayang langkah Yayuk Basuki kembali terhenti setelah 3-6 dan 1-6 dari petenis Belanda Brenda Schultz.

Setelah sukses melangkah jauh di Wimbledon sejak 1991 hingga 1995, tahun 1996 Yayuk Basuki mengalami kemerosotan. Langkah Yayuk Basuki terhenti di babak pertama setelah takluk dari petenis Rumania Ruxandra Dragomir Ilie dengan rubber set 7-6,5-7 dan 6-8.
Walau tersingkir di babak pertama tunggal putri Wimbledon 1996 namun Yayuk Basuki berhasil mencatat prestasi bagus di ganda putri Wimbledon 1996 ini. Berpasangan dengan petenis Belanda Caroline Vis, Yayuk Basuki sukses lolos ke Perempat Final.

Sayang langkah Yayuk Basuki/Caroline Vis terhenti di Perempat Final. Yayuk Basuki/Caroline Vis takluk 1-6 dan 4-6 dari pasangan gado – gado Gigi Fernandez/Natasha Zvereva. Catatan ini membuat Yayuk Basuki menyamai prestasi Lita Liem Sugiarto dan Lany Kaligis yang lolos ke Perempat Final ganda putri Wimbledon 1971.
Setelah mengalami kekalahan menyakitkan di babak pertama Wimbledon 1996, Yayuk Basuki dan suami sekaligus pelatihnya Suharyadi menatap Wimbledon 1997 dengan penuh semangat untuk membayar kegagalannya pada tahun sebelumnya.
Yayuk Basuki memulai langkahnya di Wimbledon menghadapi petenis Jepang Ai Sugiyama. Yayuk memenangkan pertandingan dengan 6-0 dan 6-3. Di babak kedua Yayuk sukses menaklukkan petenis Argentina Inés Gorrochategui dengan 6-2 dan 6-0.
Di babak ketiga Yayuk Basuki sukses melewati hadangan petenis Jepang Naoko Kijimuta dengan 6-3 dan 6-2. Yayuk Basuki melaju ke babak keempat menghadapi petenis Kanada Patricia Hy-Boulais. Yayuk dengan gemilang menaklukkan Patricia Hy-Boulais dengan 6-0 dan 7-6.
Kemenangan ini membuat Yayuk Basuki mencatat sejarah sebagai petenis tunggal putri Indonesia dan Asia Tenggara pertama yang lolos ke Perempat Final Wimbledon. Yayuk Basuki mendapat kesempatan untuk bermain di lapangan utama Wimbledon Centre Court menghadapi petenis Ceko Jana Novotna.
Yayuk Basuki memasuki lapangan utama Centre Court dengan penuh semangat. Sempat merepotkan Jana Novotna namun akhirnya Yayuk Basuki harus mengakui keunggulan Jana Novotna dengan 3-6 dan 3-6.
Meski takluk dari Jana Novotna, namun penampilan Yayuk Basuki mendapat aplaus meriah dari penonton yang hadir di lapangan utama Centre Court dan mendapat pujian dari media yang meliput ketika itu.
Jana Novotna sendiri sukses melaju ke Final sebelum akhirnya takluk dari ratu tenis dunia saat itu asal Swiss Martina Hingis dalam pertarungan rubber set 6-2,3-6 dan 3-6.
Prestasi luar biasa Yayuk Basuki pada Wimbledon 1997 menjadi salah satu prestasi yang berkontribusi besar menaikkan peringkat Yayuk Basuki. Pada Oktober 1997 Yayuk Basuki berada di peringkat 19 WTA. Sebuah prestasi tertinggi bagi petenis tunggal putri Indonesia hingga saat ini.
Selain sukses di tunggal putri pada Wimbledon 1997 ini Yayuk Basuki juga sukses di nomor ganda campuran. Berpasangan dengan petenis Belanda Tom Nijssen, Yayuk Basuki sukses melangkah hingga Perempat Final. Sayang langkah Yayuk Basuki/Tom Nijssen terhenti setelah takluk dari pasangan Ceko Helena Sukova/Cyril Suk dengan rubber set 1-6,6-0 dan 4-6.
Sukses ini membuat Yayuk Basuki mencatat Sejarah Emas di dunia tenis Indonesia dan Asia Tenggara dengan kesuksesannya lolos ke Perempat Final Wimbledon di nomor tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran.
Pada tahun 1998 Yayuk Basuki kembali bertanding di Wimbledon namun langkahnya terhenti di babak ketiga setelah takluk dari bintang Amerika Serikat kelahiran Serbia Monica Seles dengan 2-6 dan 3-6.Setelah absen tahun 1999, Yayuk Basuki kembali berlaga di Wimbledon 2000. Namun lagi – lagi Yayuk Basuki terhenti di babak ketiga setelah takluk 6-7 dan 0-6 dari bintang Amerika Serikat Jennifer Capriati.
Tahun 2000 adalah penampilan terakhir Yayuk Basuki di tunggal putri.Sedangkan penampilan terakhir Yayuk Basuki di Wimbledon adalah ketika tampil di ganda putri Wimbledon 2001 berpasangan dengan petenis Jepang Nana Miyagi. Saat itu Yayuk Basuki/Nana Miyagi takluk di babak kedua dari pasangan gado – gado Martina Navratilova/Arantxa Sanchez Vicario dengan 5-7 dan 1-6.
Di ganda putri selain lolos ke Perempat Final Wimbledon 1997, Yayuk Basuki tercatat 3 kali lolos ke babak ketiga Wimbledon. Catatan itu diraihnya bersama petenis Argentina Mercedez Maria Paz pada 1993 bersama Nana Miyagi pada 1994 dan bersama Caroline Vis pada 1997 dan 1998.
Prestasi terbaik Yayuk Basuki di ganda putri Grand Slam adalah lolos ke Semifinal US Open 1993. Yayuk Basuki yang saat itu berpasangan dengan petenis Jepang Nana Miyagi takluk di Semifinal dari pasangan gado – gado Amanda Coetzer/Ines Gorrochategui dengan 3-6 dan 2-6.
Di ganda campuran selain lolos ke Perempat Final Wimbledon 1997,Yayuk Basuki tercatat pernah sekali lolos ke babak ketiga Wimbledon pada tahun 1994. Prestasi itu diraihnya saat berduet dengan petenis India Leander Paes.Saat itu Yayuk Basuki/Leander Paes takluk dari pasangan Amerika Serikat Lori McNeil/TJ Middleton dengan rubber set 4-6,6-3 dan 3-6.
Untuk ganda campuran pada 2023 petenis Indonesia Adlina Sutjiadi sukses melampaui prestasi Yayuk dengan kesuksesannya bersama pasangannya asal Belanda Matwe Middelkoop lolos ke Semifinal Wimbledon 2023. Namun langkah mereka terhenti setelah takluk dari pasangan gado – gado lainnya Xu Yifan/Joran Vliegen.
Sayangnya prestasi Aldila Sutjiadi di ganda putri Wimbledon kurang bersinar. Pencapaian terbaiknya adalah lolos hingga babak ketiga di Wombledon 2023 dan 2024. Sedangkan di nomor tunggal putri hanya dijalaninya pada masa junior dengan hasil lolos ke babak kedua Wimbledon junior 2012.
Peringkat ganda tertinggi yang pernah diraih oleh Yayuk Basuki adalah peringkat 9 dunia pada Juli 1998.





