Catatan MEDANSPORT.ID

Duel ini akan menjadi yang pertama kedua tim setelah terakhir kali bertemu pada tahun 1989 di level senior. Meski begitu, beberapa pemain dari kedua tim sebenarnya sudah pernah saling berhadapan di level usia muda.

Pertemuan terakhir Jepang dan Indonesia di level muda terjadi pada ajang Piala Asia U-19 2018 yang digelar di Indonesia. Jepang U-19 jumpa Indonesia U-19 di babak perempat final yang tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Jepang yang berpotensi tampil menyerang memungkinkan pelatih Indonesia, Shin Tae-yong untuk kembali menampilkan formasi 3 bek tengah. Jordi Amat yang sempat mengalami cedera di bagian hidung, tetap berpeluang tampil meski kemungkinan diharuskan menggunakan pelindung wajah. Masih di posisi bek tengah, Rizky Ridho,
Elkan Baggott, hingga Sandy Walsh berpeluang jadi andalan lain.

Justin Hubner akan mengisi kedalaman lini tengah, sedangkan Marselino Ferdinan tampil sebagai gelandang di pos tengah atau bergeser ke sektor flank. Sementara itu, Jepang masih menunggu perkembangan kondisi Kaoru Mitoma. Kemungkinan, ia ditampilkan di sektor sayap kiri. Sebaliknya, Takehiro Tomiyasu, Takefusa Kubo, hingga Junya Ito berpotensi mengisi flank kanan.

Di tengah, Jepang punya Takumi Minamino sebagai gelandang serang atau Wataru Endo sebagai gelandang bertahan. Opsi lainnya, ialah menggeser Takefusa Kubo ke posisi lebih tengah. Formasi 4-2-3-1 berpeluang ditampilkan sang pelatih, Hajime Moriyasu.

Shin Tae-yong diyakini akan mempertahankan pakem 3-4-2-1 untuk melawan Jepang. Namun, dengan pemilihan pemain yang berbeda demi menyesuaikan karakteristik Jepang. Trio lini pertahanan Sandy Walsh, Jordi Amat, dan Justin Hubner dapat dipertahankan untuk menjadi tembok Ernando Ari yang tidak tergantikan di bawah mistar gawang Timnas Indonesia.

Asnawi Mangkualam bakal turun di wingback kanan Timnas Indonesia, sedangkan Shayne Pattynama mempunyai peluang untuk bermain di wingback kiri buat menggantikan Pratama Arhan. Ivar Jenner sudah pasti mengunci satu tempat di lini tengah Timnas Indonesia. Gelandang berusia 20 tahun itu bisa bertandem dengan Ricky Kambuaya.

Kambuaya dapat menjadi pilihan yang realistis untuk Shin Tae-yong mengingat gaya bermainnya sebagai petarung dan ngotot demi meladeni lini tengah Jepang yang dipimpin Wataru Endo.

Duo gelandang serang kemungkinan bakal tetap dihuni Yakob Sayuri dan Marselino Ferdinan. Keduanya saling melengkapi. Yakob tipe pekerja keras, sementara Marselino skillful. Di lini depan, Shin Tae-yong diprediksi masih akan mengandalkan Rafael Struick. Pelan-pelan, penyerang berusia 20 tahun itu mulai menunjukkan kontribusinya
di Timnas Indonesia.

Shin Tae-yong masih masih mempunyai beberapa pemain yang bisa menjadi alternatif seperti Rizky Ridho, Elkan Baggott, Pratama Arhan, Egy Maulana Vikri, dan Witan Sulaeman untuk diturunkan.

Bagikan: