Motor serangan Waskito yang biasanya lincah di dalam hujan dan semula diharapkan akan berbuat banyak untuk timnya ternyata harus menyerah pada kondisi fisiknya yang belum memungkinkan buat bermain full time. Waskito digantikan oleh Budi Santoso namun aksi “tenaga baru” ini juga belum memberi kontribusi maksimal dalam
menghidupkan kembali alur serangan kesebelasan Regional III.
Melihat serangan lawan mulai melemah, peluang tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh trio penyerang Regional I Sarman Panggabean, Tumsila dan Zulkarnaen Pasaribu dengan terobosan-terobosan kilat ke jantung pertahanan lawan. Upaya mereka pun berbuah manis pada menit ke-25 ketika kiri luar Parlin Siagian lepas dari pengawalan
Rusdy Bahalwan dan memberikan umpan silang kepada Zulkarnaen Pasaribu yang berdiri di sisi kanan Subodro.
Bola umpan itu dikontrol sebentar oleh Zulkarnaen Pasaribu untuk kemudian dengan tembakan rendah yang keras membobol gawang kiper Suharsoyo. 8 menit kemudian, Parlin Siagian yang menggiring bola dari rusuk kanan kembali menyodorkan umpan pada penyerang tengah Tumsila. Si Kepala Emas ini menyelesaikan tugasnya dengan baik, sehingga untuk kedua kalinya sebelum turun minum Suharsoyo tak berdaya menyelamatkan gawangnya.
Usai turun minum pada menit ke-57 Regional I menambah keunggulannya setelah tembakan Zulkarnaen Pasaribu yang membentur mistar dengan cepat disambar oleh Nobon. Meski pun dapat ditepis oleh Suharsoyo, namun bola yang muntah dari tangkapan kiper itu tidak disia-siakan Parlin Siagian yang memang sudah menunggu di sana. Dengan sontekan yang tak begitu keras si kulit bundar kembali membobol jala Regional III.
Kedudukan 3-1 untuk kesebelasan Regional I tersebut tak berubah sampai menit ke-85 ketika Sarman Panggabean melakukan pelanggaran atas Jacob Sihasale di daerah pertahanan sendiri. Pelanggaran Sarman tersebut ditebus oleh Tim Regional I dengan hukuman tendangan penalti. Dan Abdul Kadir yang bertindak sebagai algojo kesebelasan Regional III dengan mudah memperdaya kiper Pariman.

Tapi waktu yang tersisa tidak cukup bagi trio Jacob Sihasale-Abdul Kadir-Junaidi Abdillah untk menambah gol dan mengejar ketinggalan gol. Sehingga kedudukan 3-2 itu tak berubah hingga peluit panjang ditiup wasit Kosasih. Akhirnya, PSSI Regional I yang 90% berintikan para pemain PSMS Medan berhasil menjadi juara Kejuaraan Antar Regional/Wilayah PSSI 1974.
Tim ini pula yang mewakili Indonesia ke Piala Presiden IV/1974 di Seoul, Korea Selatan. Prestasinya cukup membanggakan dengan meraih gelar Runner Up setelah dikandaskan tuan rumah Korea Selatan di babak final. Itulah Kejuaraan Antar Wilayah/Regional yang pernah digelar oleh PSSI untuk pertama dan terakhir pada 1974. (***)





