11. Harvey Esajas

Harvey Esajas bergabung secara tak sengaja dengan AC Milan pada tahun 2004. Awalnya dia dating ke Milanello untuk mengunjungi sahabat baiknya Clarence Seedorf. Namun cedera yang dialami oleh Jaap Stam dan kondisi fisik Alessandro Costacurta yang tidak stabil membuat Seedorf meminta kepada Ancelotti agar Esajas dikontrak oleh AC Milan.

Esajas sendiri awalnya tidak menduga AC Milan serius mengontraknya apalagi dirinya sempat absen dari lapangan hijau selama hamper 2 tahun akibat cedera. Esajas tidak pernah mencicipi menit tampil di Serie A sepanjang musim 2004/2005 karena perannya hanya sebagai pelapis terakhir di lini pertahanan AC Milan.

Namun Esajas sempat beberapa kali tampil sebagai pengganti ketika AC Milan tampil di Copa Italia. Di akhir musim AC Milan tidak memperpanjang kontraknya yang hanya semusim. Dan Esajas ke mudian bermain di Serie C bersama Legnano dan Calcio Lecco.

12. Klaas Jan Huntelaar


Pada 6 Agustus 2009 Klaas Jan Huntelaar ditransfer AC Milan dari Real Madrid dengan nominal €17,75 juta.Gaya permainananya yang mirip dengan seniornya Marco Van Basten membuat AC Milan ngebet mengontraknya dengan harapan Huntelaar mampu bermain sehebat Van Basten sebagai striker AC Milan walau performanya di Real Madrid terbilang buruk.

Pada tanggal 29 Agustus 2009, Huntelaar melakukan debut di Serie A bersama AC Milan dengan masuk sebagai pemain pengganti dalam kekalahan 0–4 dari rival sekota Inter Milan di Derby della Madonnina.

Sayang Huntelaar lambat beradaptasi dengan irama permainan AC Milan di bawah asuhan pelatih asal Brazil Leonardo.Ditambah performa Marco Boriello yang menawan membuat Huntelaar lebih sering menjadi pengganti.

Huntelaar baru mencetak gol pertamanya di AC Milan pada 29 November 2009 dalam laga tandang melawan Catania yang dimenangkan oleh AC Milan. Huntelaar mencetak dua gol kemenangan AC Milan setelah masuk pada menit ke-84.

Usai pertandingan,Leonardo menyatakan bahwa dia akan memberi lebih banyak peluang kepada Huntelaar. Namun, ia hanya tampil sebagai pemain pengganti untuk beberapa pertandingan berikutnya, dan karena performa hebat rekan setimnya Marco Borriello, Huntelaar bahkan tidak terlalu sering tampil sebagai pemain pengganti
hingga Borriello cedera.

Bagikan: