Sebuah perpisahan yang mengharukan terjadi di partai akhir AC Milan di Serie A pada 2012 ketika Seedorf bersama beberapa bintang AC Milan seperti: Alessandro Nesta, Filippo Inzaghi dan Mark Van Bommel melambaikan salam perpisahan kepada public San Siro.

Pada Januari 2014 AC Milan menunjuk Clarence Seedorf sebagai Pelatih menggantikan Allegri.Namun sayang prestasinya sebagai pelatih tidak secemerlang karirnya sebagai pemain di AC Milan dan berujung pemutusan kontrak di akhir musim 2013/2014. Meski demikian Seeddorf hingga kini tetap dihormati di AC Milan dan kerap mengunjungi skuad AC Milan di Milanello dan San Siro.

10. Jaap Stam


Libero kokoh asal Belanda ini bergabung dengan AC Milan dari Lazio seusai memperkuat Timnas Belanda di Piala Eropa 2004. Di AC Milan Jaap Stam bereuni dengan rekan setimnya di Lazio yaitu Alessandro Nesta,Giuseppe Pancaro dan Hernan Crespo serta rekan setimnya di Timnas Belanda Clarence Seedorf.

Kemampuannya yang yahud sebagai bek tengah dan bek kanan membuat dirinya menjadi sosok penyempurna bagi lini belakang AC Milan. Sebagai bek tengah Stam dikenal kokoh dan sulit ditembus dan walau tubuhnya tinggi besar namun Stam piawai bermain sebagai bek kanan yang kerap maju ke depan membantu serangan.

Walau demikian Stam lebih banyak bermain sebagai bek tengah yang merupakan posisi aslinya.Dirinya membentuk tembok kokoh di lini belakang saat berduet dengan Alessandro Nesta maupun dengan Paolo Maldini.

Di awal kedatangannya Stam tampil ciamik berduet dengan Nesta di jantung pertahanan AC Milan dengan sukses membawa AC Milan menjadi Juara Piala Super Italia 2004 setelah menaklukkan Lazio 3-0. Sayang setelah tampil di partai pertama Serie A musim 2004/2005 dan Champions League 2004/2005 Stam mengalami cedera
yang membuatnya harus istirahat selama 4 bulan.

Namun begitu kembali Stam tampil trengginas baik ketika bermain sebagai bek tengah maupun ketika menggantikan Cafu menjadi bek kanan. Bahkan tak jarang Stam juga menyumbangkan gol bagi kemenangan AC Milan baik di Serie A maupun Champions League.

Sayang musim pertamanya Stam gagal membawa AC Milan menjadi Scudetto karena kalah bersaing dengan Juventus dan kalah adu penalti di Final Champions League 2005 dari Liverpool dalam “Tragedi Istambul”. Musim berikutnya Stam juga tampil ciamik dan tetap menjadi pilihan utama di lini belakang AC Milan.Sayang Stam kembali gagal memberi gelar bagi AC Milan.

Di akhir musim 2005/2006 Stam memutuskan kembali ke Belanda untuk memperkuat Ajax selama setahun sebelum akhirnya memutuskan gantung sepatu di akhir musim 2006/2007. (bersambung)

Bagikan: