9. Clarence Seedorf

Clarence Seedorf bergabung ke AC Milan pada tahun 2002.Clarence Seedorf direkrut AC Milan dari Inter Milan. Pada awalnya tifosi AC Milan kaget dengan keputusan AC Milan merekrut Seedorf karena penampilannya selama 2 musim di Inter Milan yang jeblok.
Apalagi AC Milan menukarnya dengan bintang muda Francesco Coco. Namun di pertandingan pramusim Seedorf tampil gemilang bersama AC Milan.Demikian juga di Serie A. Seedorf mampu menjawab kepercayaan Carlo Ancelotti yang menempatkannya di posisi gelandang sayap kiri dan penyerang sayap kiri.
Penampilan gemilangnya ini bahkan membuat 2 bintang Brazil yang biasa bermain di sisi kiri lapangan Serginho dan Rivaldo tergeser. Penampilan gemilang pemain yang dijuluki “IL Panthera” ini menghidupkan lagi kejayaan bintang – bintang Belanda di AC Milan.
Kolaborasinya di lini tengah bersama Rui Costa,Gennaro Gattuso dan Andrea Pirlo membuat AC Milan tampil dengan permainan indah yang mengingatkan public kepada permainan AC Milan era Trio Belanda ketika diasuh Arrigo Sacchi dan Fabio Capello. Pada musim 2002/2003 ini Seedorf berperan besar membawa AC Milan meraih Juara Coppa Italia 2003 dan Champions League 2003.
Keberhasilan membawa AC Milan menjadi Juara Champions League 2003 ini membuat Clarence Seedorf menjadi pesepakbola pertama dan hingga kini satu – satunya yang menjadi Juara Champions Cup/League bersama 3 klub berbeda.Sebelumnya Seedorf meraih Juara Champions Cup/League bersama Ajax (1995) dan Real Madrid (1988).
Kesuksesan terus berlanjut dengan keberhasilan Seedorf membawa AC Milan menjadi Juara Piala Super 2003 pada 29 Agustus 2003 dengan menaklukkan Porto 1-0. Hadirnya bintang muda Brazil Kaka sempat membuat Seedorf diperkirakan bakal terpinggirkan. Ternyata Seedorf malah tampil gemilang berduet dengan Kaka.Justru
kehadiran Kaka membuat Rui Costa tersingkir dari skuad utama dan Rivaldo hengkang dari AC Milan pada Januari 2004.
Pada musim 2003/2004 Seedorf berperan besar membawa AC Milan menjadi Juara Serie A/Scudetto.Kolaborasinya dengan Pirlo,Gattuso dan Kaka membuat AC Milan menjadi tim yang dinamis dalam bermain.
