Oleh : Indra Efendi Rangkuti

Di ajang Internasional, Sukiman juga turut membawa PSMS menjadi Juara Aga Khan Gold Cup 1967 di Dhaka Bangladesh. Selain itu Sukiman juga turut membawa PSSI Wilayah I yang bermaterikan bintang – bintang PSMS menjadi Juara Kejuaraan Antar Regional/Wilayah PSSI tahun 1974 dan turut serta dalam skuad PSSI Wilayah I yang menjadi Runner Up President Cup 1974 di Seoul.

Seusai President Cup 1974 di Seoul tersebut Sukiman memutuskan mundur sebagai pesepakbola dan fokus pada karirnya sebagai administrator di PT Perkebunan Daerah Paya Pinang yang berkantor di Medan. Namun walau demikian nalurinya sebagai pesepakbola membuatnya kembali “turun gunung” dengan menjadi pelatih di beberapa
klub yang bernaung di kompetisi PSMS.

Perjalanan karirnya di PSMS yang Panjang di PSMS membuat banyak fihak kagum karena kondisi fisiknya cukup terjaga walau sudah berusia mendekati 40 tahun pada waktu itu. Ketika beberapa wartawan bertanya rahasia kondisi fisiknya yang prima dan tetap terjaga baik itu, Sukiman menjawab: “Atur tidur dan makan”, katanya..

PSMS Medan di Marah Halim Cup 1973.

“Saya tak pernah tidur lewat jam 10 malam dan untuk menjaga kondisi saya juga mengatur pola makan dengan baik.” paparnya. Sebuah resep sederhana yang terkadang banyak diabaikan oleh para pesepakbola tapi dijalankan dengan penuh disiplin oleh Sukiman.

Sukiman meninggal dunia di kediamannya Kompleks Flamboyan Island Blok K-12 Pajak Melati Tanjung Anom pada 21 Juli 2014. Sebuah kenangan besar akan sosok “Mayor Lelek” sang Legenda PSMS Medan.(***)

Bagikan: