Oleh : Indra Efendi Rangkuti

Setelah bergabung di Sahata,Sukiman kemudian pindah ke Dinamo dan sempat bermain untuk Pardedetex bersama Soetjipto Soentoro, Iswadi Idris dan lainnya. Sukiman tidak lama di Pardedetex karena kemudian bergabung dengan Deli Putra.Ketika di Deli Putra ini Sukiman selain sebagai pemain juga merangkap sebagai asisten pelatih. Setelah dari Deli Putra Sukiman berlabuh di Bintang Utara hingga akhir karirnya.

Wajahnya yang tenang dan dingin serta penampilannya yang tanpa kompromi dengan takling – talking yang keras namun sportif membuat dirinya menjadi sosok yang “ditakuti” oleh para penyerang tim lawan. Bahkan karena gaya rambutnya yang cepak dan penampilannya yang mirip tantara membuat dirinya dipanggil “Mayor Lelek” oleh
rekan – rekan setimnya di PSMS.

Salah satu yang dikenang dari Sukiman adalah kemampuannya untuk menjatuhkan mental pemain lawan dalam setiap duel dengan lawan – lawannya.Ucapan yang sering keluar adalah “Sapu dia!,”Ribakkan Dia” Kipas Anjas” dan ucapan – ucapan lainnya yang menjadi “psy war” bagi lawan – lawannya.

Pada 1967 Sukiman bersama Muslim menjadi 2 sosok pemain paling senior yang membimbing rekan – rekannya berlaga di Kejurnas/Divisi Utama Perserikatan PSSI 1967.

Perpaduan pemain senior seperti Muslim, Sukiman,Sunarto, Azis Siregar, A Rahim, Syamsuddin, Jamal, Yuswardi, Ipong Silalahi, Zulkarnaen Pasaribu dan lainnya dengan bintang – bintang muda seperti Ronny Pasla, Wibisono, Sarman Panggabean dan Tumsila sukses membuat PSMS untuk pertama kalinya menjadi Juara Kejurnas PSSI pada 1967.

Bintang Legendaris PSMS dari kiri: Tumsila, Zulkarnaen Pasaribu, Yuswardi, Sukiman, Sarman Panggabean, Muali, Posan Makmur, Wagirun dan Suwarno.

Sebagai sosok bek tengah Sukiman juga tampil mantap saat berduet dengan Zulham Yahya, Anwar Ujang mau pun Yuswardi. Dan dirinya juga tidak segan – segan menegur rekan – rekannya yang melakukan kesalahan ketika bertanding di lapangan. Walau demikian dirinya juga menjadi panutan karena mampu membimbing bintang –
bintang muda PSMS ketika tampil bersamanya di lapangan.

Sebagai punggawa maupun Kapten Tim PSMS Sukiman turut berperan membawa PSMS Medan menjadi Juara Kejurnas/Divisi Utama Perserikatan PSSI pada 1967 dan 1971. Sukiman juga membawa PSMS Medan menjadi Juara Marah Halim Cup 1972 dan 1973, membawa PSMS Medan menjadi Juara Soeharto Cup 1972 dan Jusuf Cup 1974.

Bagikan: