MEDANSPORT.ID – MEDAN – Timnas Indonesia telah berjuang memberikan perlawanan saat melakoni laga persahabatan kontra juara dunia, Argentina. Namun, Indonesia tetap harus mengakui keunggulan Argentina yang kemudian berhasil mengakhiri laga dengan kemenangan. Dalam hal penguasaan bola Argentina memang jauh di atas Indonesia.

Soal teknik bermain dan membangun skema serangan bintang – bintang Argentina walau tanpa diperkuat Lionel Messi dan Angel Di Maria jelas jauh lebih superior dibandingkan dengan Timnas Garuda Nusantara. Dan kemarin malam Argentina menunjukkan kwalitas tinggi dalam hal sepakbola.

Dengan memperagakan plan B dari skema permainan ketika sulit menembus “pagar bus” yang diterapkan Indonesia dengan tendangan jarak jauh yang menghunjam yang ditunjukkan oleh Leandro Paredes yang berujung gol.

Tapi walau dikurung dengan gelombang serangan lini pertahanan Indonesia yang diisi Asnawi Mangkualam dan pemain naturalisasi seperti Elkan Baggot dan Jordi Amat tampil cukup solid.Stamina pemain juga cukup baik dengan tampil konsisten selama 90 menit peetandingan.6 pemain naturalusasi dam 5 pemain lokal yang ditampilkan tampil kompak dan solid.

Memang pada akhirnya.kemampuan yang bicara.Gol indah dari Leandro Paredes dan sundulan maut dari Cristian Romero memang membuktikan kelas mereka yang terbiasa dengan level tinggi di sepakbola Internasional.

Leandro Paredes yang dibesarkan di kompetisi Serie A bersama Juventus dan Cristian Romero yang sukses bersaama Atalanta dan Tottenham Hotspur menunjukkan kwalitas mereka yang menjadi pembeda dalam duel kemarin malam dengan kemampuan mereka mengoyak lini pertahanan Indonesia melalui tendangan “roket” dan “heading’ mautnya.

Luigi Scaloni juga memberikan pujian terhadap permainan dan pola bermain anak – anak asuh Shin Tae Yong dalam pertandingan ini.Bahkan 2 kali shot on goal Indonesia bisa membuat Kiper Kelas Dunia Emiliano Martinez sampai jatuh bangun menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.

Memang ada yang menyebut jika Lionel Messi, Angel Di Maria dan Nicholas Otamendi tampil belum tentu pertahanan Indonesia “tidak kocar-kacir” menahan badai serangan Argentina.Tapi sikap pemain Indonesia yang tidak gentar dengan nama besar Argentina sang Juara Piala Dunia patut untuk diapresiasi.

Akhirnya memang harus kita akui kwalitas peermainan para pesepakbola kita masih jauh dibandingkan kekuatan – kekuatan utama sepakbola dunia. Tapi dengan sering beruji tanding dengan tim – tim utama Eropa dan Amerika Latin mungkin mental dan nyali pemain akan makin teruji hingga bisa sukses dalam setiap event yang mereka ikuti.

Argentina juga membuktikan kwalitas tinggi skill dan teknik permainan yang dimiliki bintang – bintangnya diperoleh dari tempaan yang “keras” dan “kompetitif di kompetisi yang mereka ikuti baik di Liga Argentina maupun di kompetisi Eropa seperti : Serie A, Premiership, La Liga, Eredivisie, Ligue 1 dll dan bukan dari proses “simsalabim” yang serba instan.

Demikian juga kemampuan beberapa pemain naturalisasi seperti Elkan Baggot danJordi Amat yang terlihat mampu mengimbangi teknik permainan bintang – bintang Argentina tentu tidak bisa dilepaskan dari tempaan kompetisi yang ketat yang mereka ikuti di Inggris dan Spanyol sebelum akhirnya memilih membela Timnas Indonesia yang merupakan tanah leluhur mereka.

Akhirnya saya berharap semoga ujicoba melawan Argentina kemarin malam bisa membuat permainan Timnas akan lebih baik ke depan dan semoga pujian yang didapat tidak membuat para pemain “besar kepala” karena “cuma” kalah 0-2 dari Sang Juara World Cup.

Dan jika pun ada kritik melihat permainan Timnas yang terkesan agak monoton dengan menerapkan “catenaccio” ala Italia dan cenderung mengandalkan serangan balik hendaknya ditanggapi dengan positif untuk perbaikan Timnas ke depan.

Ini baru awal pembentukan karakter tim dan pembuktian sebenarnya adalah di turnamen – turnamen ke depan yang diikuti Timnas.Apakah hasilnya lebih baik dari yang sudah – sudah ataukah justru lebih buruk dari sebelumnya. Next Time Better Timnas Indonesia. (***)

Bagikan: