Sarman Panggabean sukses memimpin rekan-rekannya waktu itu maju ke Final setelah di penyisihan grup B menaklukkan Malaysia B, Hongkong dan Thailand. Di Final Sarman Panggabean dan kawan-kawan berhadapan dengan Indonesia A. Dan Tim Indonesia B yang dikapteni Sarman Panggabean dan waktu itu dihuni banyak
bintang muda seperti Wibisono, Rusdy Bahalwan, Tumsila, Andi Lala, Risnandar dan lainnya sukses memberi perlawanan ketat kepada Indonesia A walau akhirnya kalah 1-2.
Pada 1974 Sarman Panggabean menjadi bagian dari skuad PSSI Wilayah I yang bermaterikan 90% pemain PSMS yang bertanding di Kejuaraan Antar Regional/Wilayah PSSI.Di turnamen ini Sarman Panggabean dan kawan-
kawannya sukses menjadi Juara setelah di Final menaklukkan PSSI Wilayah III yang bermaterikan 90% pemain Persebaya 3-2.
Sarman Panggabean juga menjadi bagian dari skuad PSMS yang menjadi Juara Bersama di Kejurnas/Divisi Utama Perserikatan PSSI 1975 bersama Persija. Pada 1975 ini pula Sarman Panggabean turut menjadi bagian dari PSSI Wilayah I yang bermaterikan 90% pemain PSMS menghadapi pertandingan besar melawan Juara Champions Cup 1971, 1972 dan 1973 yang merupakan salah satu klub besar Eropa Ajax Amsterdam di Stadion Teladan Medan pada 7 Juni 1975.
Pada pertandingan ini PSSI Wilayah I sukses menaklukkan Ajax 4-2 dan Sarman Panggabean mempersembahkan 2 gol bagi kemenangan PSSI Wilayah I.Sungguh ini merupakan momen kebanggaan mengingat skuad Ajax pada waktu itu merupakan skuad inti Timnas Belanda di Piala Dunia 1974 minus Johan Cruyff dan Johan Neeskens yang sudah pindah ke Barcelona.
Namun Sarman yang di PSMS sukses menjadi gelandang kembali menjadi stopper kala Indonesia mengikuti pra-Piala Dunia 1978 di Australia, pada 1975 silam. Dia sempat mengancam kembali ke Tanah Air, jika pelatih tidak mengganti posisinya. Hingga akhirnya, dia diizinkan menjadi gelandang dan sempat menjebol gawang Selandia Baru. Sayang, Indonesia tersingkir lantaran menyerah 0-4 dari Australia.
Setahun kemudian, Sarman terpaksa meninggalkan timnas dan harus menjalani masa kepegawaian di Bank Bumi Daya dimana waktu itu beberapa pemain Timnas atas instruksi Presiden Soeharto dikaryakan di BUMN.Namun hanya setahun vakum, Sarman kembali memperkuat timnas hingga mengakhiri karier sebagai pemain pada 1979.

Selama karirnya sebagai pemain selain gelar di Kejurnas PSSI,Sarman Panggabean juga turut membawa PSMS Medan menjadi Juara Marah Halim Cup 1972 dan 1973,Juara Soeharto Cup 1972 dan Juara Jusuf Cup 1974. Bersama para mantan punggawa Timnas, Sarman menjalani pendidikan kepelatihan pada 1981. Karena menjadi lulusan terbaik, dia diminta Ketua Umum PSSI kala itu, Kardono, untuk menangani timnas sebagai asisten pelatih di Asian Games 1986 dan SEA Games 1987 mendampingi pelatih kepala Bertje Matulapelwa.





