Ini merupakan Medali Emas ketiga bagi Sumut di cabang sepakbola PON setelah sebelumnya sukses meraih Emas pada PON 1953 dan 1957. Pada 1970 PSMS menjadi wakil Indonesia pertama yang tampil di AFC Champions Cup yang berlangsung di Teheran Iran pada 1-10 April 1970. Dari hasil seleksi terpilih skuad dari Pardedetex yaitu Soetjpto Soentoro, Judo Hadianto, M.Basri, Anwar Ujang, Mulyadi, M.Basri, Jacob Sihasale, Abdul Kadir, Max Timisela, Sinyo Aliandoe, Sarman Panggabean, Sunarto dan Aziz Siregar.
Skuad ini ditambah dengan bintang PSMS non Pardedetex antara lain Ronny Pasla, Yuswardi, Tumsila, Nobon dan Syamsuddin. Inilah skuad yang berangkat ke Iran untuk mewakili PSMS pada ajang tersebut. Dan pada turnamen ini Sarman Panggabean dipercaya untuk masuk menjadi skuad inti yang diturunkan duet pelatih E.A Mangindaan dan Ramli Yatim.Di AFC Champions Cup 1970 ini PSMS sukses lolos ke Semifinal.
Pada awalnya Sarman Panggabean adalah seorang striker. Namun di tengah perjalanan, sang pelatih memintanya berganti posisi dan tak tanggung-tanggung, dia harus memainkan peran sebagai stopper atau pemain belakang. Walau pun sempat merasa heran namun Sarman mengikuti perintah tersebut.
Sama halnya seperti di PSMS, Sarman ditempatkan menjadi stopper ketika dipanggil Timnas. Karena keinginan kuat menjadi striker, dia dianggap pembangkang oleh pelatih dan akhirnya membuat dirinya sempat dicadangkan
selama beberapa waktu lamanya. Kenangan yang diingatnya adalah dia pernah dimarahi oleh pelatih karena mencetak gol saat melawan Australia pada 1972.
Pada waktu itu seorang bek atau stopper di Indonesia masih dianggap tabu jika ikut menyerang. Hasrat Sarman menjadi seorang bomber perlahan mulai terwujud. Pada 1971, dirinya meminta pada pelatih PSMS untuk menempati posisi gelandang. Alhasil, dengan peran barunya ini Sarman sukses mengantarkan PSMS menjadi Juara Kejurnas/Divisi Utama Perserikatan PSSI 1971.
Dan sejak di penyisihan hingga putaran Final Sarman kerap mencetak gol untuk kemenangan PSMS Medan. Kesuksesan PSMS menjadi Juara Kejurnas PSSI 1971 ini membuat PSMS Medan menjadi tim pertama sesudah Indonesia Merdeka yang menjadi Juara Kejurnas PSSI 3 kali berturut-turut setelah sebelumnya sukses menjadi Juara pada 1967 dan 1969.

Pada tanggal 1-9 Agustus 1972 Timnas Indonesia tampil di turnamen Sukan Anniversary Cup di Singapura. Di turnamen ini Indonesia mengirimkan 2 tim yaitu Indonesia A dan Indonesia B. Libero PSMS Anwar Ujang dipercaya oleh pelatih Endang Witarsa menjadi Kapten Indonesia A dan rekan setimnya di PSMS Sarman Panggabean dipercaya oleh pelatih E.A Mangindaan menjadi Kapten Indonesia B.





