Oleh : Indra Efendi Rangkuti

Kesuksesan Sarman Pangabean bersama PSMS terus berlanjut ketika PSMS yang ditunjuk mewakili Indonesia Di Agha Khan Gold Cup 1967 di Pakistan sukses menjadi Juara setelah di Final menaklukkan Mohammaden 2-0 lewat 2 gol yang dicetak oleh rekan seangkatannya di PSMS Tumsila.

Kegemilangan PSMS Medan sepanjang tahun 1967 membuat para pemainnya mulai dilirik oleh Timnas. Sebelumnya dari skuad 1967 hanya Ipong Silalahi yang kerap dipanggil. Namun pada saat Timnas dipersiapkan menghadapi Kings Cup 1968 di Bangkok pilar-pilar utama PSMS Medan dipanggil oleh pelatih Endang Witarsa untuk memperkuat Timnas seperti Ipong Silalahi, Yuswardi, Sunarto, Ronny Pasla, Zulham Yahya, Tumsila dan Sarman Panggabean.

Dan pada akhirnya Timnas sukses menjadi Juara di Kings Cup 1968 setelah di Final mengalahkan Birma (Myanmar) 1-0 lewat gol yang dicetak oleh Soetjipto Soentoro.

Seusai Kings Cup 1968 para bintang-bintang utama Timnas seperti Soetjipto Soentoro, Anwar Ujang, Iswadi Idris, Yudo Hadianto, Mulyadi, Sinyo Aliandoe, Abdul Kadir, Jacob Sihasale, Max Timisela dan M.Basri bergabung dengan
Pardedetex yang pada waktu itu bernaung dalam klub anggota PSMS. Dan pada saat itu Pardedetex juga diperkuat 3 bintang PSMS Medan yaitu Sarman Panggabean, Sunarto dan Aziz Siregar.

Bergabungnya para bintang-bintang Timnas ini ke Pardedetex membuat para bintang Timnas ini memperkuat PSMS di Kejurnas PSSI 1969. Skuad Pardedetex ini memperkuat PSMS ditambah dan didukung oleh anak Medan Non Pardedetex antara lain, Ronny Pasla, Yuswardi, Tumsila, Zulham Yahya, Ipong Silalahi dan Syamsuddin.

PSMS MEDAN 1969 (Ki-Ka): Iswadi Idris,Abdul Kadir,Achmadsyah “Ipong” Silalahi, Anwar Ujang, Sunarto, Sarman Panggabean, Jacob Sihasale, Yuswardi, M.Basri, Yudo Hadianto dan Soetjipto Soentoro (Cpt).

Dan Sarman Panggabean termasuk salah satu anak Medan yang menjadi pilihan utama skuad PSMS yang dilatih oleh Ramli Yatim dan E.A Mangindaan ini. Akhirnya PSMS pun sukses menjadi Juara Kejurnas/Div.Utama Perserikatan PSSI 1969. Pada Kejurnas PSSI 1969 ini PSMS mencatat rekor gol yang mengerikan dalam putaran Final yang diikuti oleh 7 tim yaitu memasukkan 29 gol dan hanya kemasukan 2 gol serta tak terkalahkan.

Pada bulan September 1969 skuad PSMS yang sukses menjadi Juara Kejurnas PSSI ini membela panji Sumatera Utara (Sumut) di PON VII yang berlangsung di Surabaya. Dalam PON ini skuad Sumut yang diasuh Ramli Yatim dan EA Mangindaan ini sukses tampil gemilang dan membawa Sumut Meraih Medali Emas setelah dalam Final yang diwarnai baku hantam antar pemain mengalahkan DKI Jakarta 2-1 lewat gol yang dicetak oleh Iswadi Idris dan Soetjipto Soentoro.

Bagikan: