MEDANSPORT.ID – MEDAN – Rivalitas sengit antara PSMS Medan dengan Persija hingga kemudian kedua tim ini menjadi “musuh bebuyutan” dimulai sejak tahun 50-an.Apalagi pada masa tersebut materi pemain Timnas dikuasai oleh pemain – pemain PSMS dan Persija.Dan momentum yang makin menguatkan rivalitas antara kedua tim adalah pertemuan kedua tim dalam Final Kejurnas PSSI 1954 pada 26 Desember 1954 di lapangan IKADA Jakarta.
Perseteruan kedua tim sebenarnya sudah mulai memanas ketika pada Kejurnas PSSI 1952 pada 14 Desember 1952 Persija berhasil mengalahkan PSMS dengan skor 4-0.Kekalahan ini membuat Gubernur Sumatera Utara waktu itu Abdul Hakim Harahap menjadi marah dan tak terima PSMS dipermalukan oleh Persija.Apalagi sosok Abdul Hakim Harahap adalah seorang penggila bola baik ketika masih mahasiswa di Batavia dan kelak turut mendirikan klub Sahata di Medan. Bagi Abdul Hakim sepakbola adalah “jati diri” dan “Kehormatan”
Sejak kekalahan yang menyakitkan itu PSMS Medan mulai berbenah.Gubernur Abdul Hakim Harahap selaku Pembina PSMS pada waktu itu menunjuk Muslim Harahap (Direktur BDN Medan) sebagai Ketua Umum PSMS.Alhasil PSMS Medan sukses dalam beberapa turnamen sekaligus menaklukkan beberapa tim besar dari Asia dan Eropa seperti mengalahkan Timnas Philipina di Manila dan menaklukkan klub Austria Grazer AK 3-0 dalam ujicoba di Std.Teladan Medan.Puncaknya adalah ketika Tim PON SUMUT yang seluruhnya diperkuat oleh pemain PSMS Medan berhasil merebut medali emas PON III Tahun 1953 setelah mengalahkan Tim PON Jakarta 3-1 yang seluruhnya diperkuat pemain Persija.
Hasil Final PON 1953 ini makin menguatkan rivalitas panas antara PSMS dan Persija menjelang Kejurnas PSSI 1954.PSMS makin percaya diri sedang Persija termotivasi untuk kembali menjadi yang terbaik.

PSMS Medan tampil gemilang setelah menjuarai kualifikasi Kejuaraan Antar Wilayah Sumatera di Kejurnas PSSI 1953/1954 tanpa terkalahkan.Demikian juga dengan Persija yang menjadi juara wilayah Jawa Barat. PSMS melangkah ke partai 6 Besar.
Kepercayaan diri PSMS semakin tinggi karena telah menunjukkan performa yang baik ketika menaklukkan tim-tim luar negeri beberapa waktu sebelumnya.Nama – nama seperti Ramli dan Ramlan Yatim, Cornel Siahaan, M.Rasijd, Kliwon, Yusuf Siregar yang kerap dipanggil Timnas menjadi kekuatan yang diandalkan PSMS pada waktu itu.





