Putaran Final Kejurnas PSSI 1954
Pada putaran 6 Besar Kejuaraan Antar Perserikatan 1953/1954 PSMS datang dengan kepercayaan diri yang tinggi sebagai Juara Wilayah Sumatera. Persija sendiri mewakili juara wilayah Jawa bagian Barat (menyingkirkan Persib Bandung). Sedangkan Persebaya lolos otomatis karena juara bertahan Kejurnas PSSI 1952. Wakil juara Jawa Bagian Timur adalah Persema Malang. Dari Jawa Bagian Tengah yang menjadi juara adalah Persis Solo. Dari Sulawesi yang menjadi juara PSM Makassar.
Dengan penuh kepercayaan diri PSMS Medan berangkat ke putaran Final Kejurnas PSSI 1954 dengan kepercayaan diri dan motivasi tinggi untuk menjadi Juara. Secara keseluruhan dalam Kejurnas PSSI Persija berhasil mengalahkan semua lawan-lawannya yaitu Persis (13-0), Persema (2-1), PSM (3-2) dan Persebaya (3-1). Demikian juga PSMS berhasil mengalahkan semua lawan-lawannya yaituPersema (2-1), Persis (3-1), PSM (2-1) dan Persebaya (4-3).
Klasemen sementara: Persija pada peringkat pertama: main 4 kali, menang 4, poin 8 dan selisih gol 21-4 sedangkan PSMS pada peringkat kedua: main 4 kali, menang 4, poin 8 dan selisih gol 11-6. Sementara tim-tim lainnya sudah menyelesaikan pertandingannya yang kelima.
Jelang pertemuan terakhir Kejurnas PSSI 1954 yang diadakan pada tanggal 26 Desember 1954 posisi Persija berada di atas angin walaupun memiliki poin sama dengan PSMS tetapi unggul dalam selisih gol. PSMS harus mengalahkan Persija jika ingin menjadi juara di Kejurnas PSSI 1954 ini. Sebaliknya Persija cukup meraih hasil seri karena unggul selisih gol.
Pertandingan yang ditunggu-tunggu akhirnya dilaksanakan pada hari Minggu 26 Desember 1954 di Stadion Ikada Jakarta
Saat meladeni rival utama, PSMS Medan, dalam laga penentuan yang diadakan di Stadion IKADA, pelatih Persija secara mengejutkan mengacak skuat utama. Sebaliknya PSMS Medan tampak percaya diri karena di pertandingan sebelumnya menaklukkan juara bertahan Persebaya 4-3.
Dengan kepala masih diperban akibat luka pada pertandingan melawan Persebaya,Kapten PSMS Ramlan Yatim memimpin rekan – rekannya melawan Persija yang dikapteni oleh Djamiat Dhalhar. Di awal laga PSMS menunjukkan dominasinya atas Persija yang terlihat sedikit “demam panggung’ meladeni permainan ofensif PSMS. Duet Ramli Yatim dan Yusuf Siregar dengan disupport Ramlan Yatim dan bintang muda PSMS Ahmad Kadir berulangkali melancarkan serangan menusuk ke lini pertahanan Persija.





