Dan Maroko sampai saat ini (sampai 5 pertandingan), merupakan tim yang belum pernah kebobolan dari pemain lawan. Gawang Maroko memang pernah bobol sekali ketika mereka menang 2-1 atas Kanada tapi bukan dari aksi serangan lawan melainkan akibat kesalahan pemain belakang mereka sendiri yg salah memberi umpan ke penjaga gawang mereka yg akhirnya terciptalah gol bunuh diri.
“Di sini kalau kita lihat memang pertahanan mereka sangat kuat dan cukup solid. Dan satu lagi yang perlu diketahui adalah bahwa 14 pemain mereka ada bermain di klub-klub besar Eropa. Di antaranya Youssef En Nesyri dan Yassine Bounou (GK) yang bermain di klub Sevilla, Achraf Hakimi (PSG), Sofyan Amrabat (Fiorentina), Abdel Hamid Sabiri (Sampdoria), Amine Harit (Marseile) dan Hakim Ziyech (Chelsea),” ulas Bambang.
Yang sedikit menjadi kekhawatiran, katanya, mungkin tim Maroko tidak bisa tampil utuh. Pasalnya, beberapa pemainnya ada yang sedang mengalami cidera otot, seperti kapten timnya Romain Saiss dan ada juga yang terkena akumulasi kartu kuning 2x, yaitu Walid Cheddira ketika bertemu Portugal di 8 besar kemarin.
“Pastinya, pertandingan dini hari nanti bakal seru dan menarik karena kita akan dipertontonkan dengan gaya sepak bola menyerang yg akan ditampilkan oleh tim Perancis dan sepak bola bertahan dengan serangan balik cepat yg akan diperagakan oleh tim Maroko,” ungkap pria jangkung ini.
Berdasarkan pertimbangan dan data di atas, eks Kapten Tim PSMS Medan era 90-an ini masih berkeyakinan penyerang-penyerang Prancis mempunyai kecepatan dan skill bagus. Seperti Mbappe, Dembele dan Oliver Giroud akan mampu membongkar dan menembus pertahan Maroko yngg kokoh.
“Dan saya memprediksikan Prancis bisa mengungguli Maroko di pertandingan dinihari nanti. Kalau sampai terjadi adu pinalti maka akan kita kembalikan ke kedua tim siapa yang paling siap mentalnya untuk melakukan eksekusi pinalti,” tandasnya. (*)





