Untuk tahun 2021 Indonesia mengirim 14 atlet terdiri dari Jakarta, Jabar, Jatim, Jambi, Lampung, NTT, Sumut. “Dan Sumut hanya mengirim 1 orang yaitu saya sendiri. Di tahun 2022 Indonesia mengirim 22 atlet dan 2 atlet dari Sumatera Utara saya dan Muhammad Alif,” katanya.

Baca Juga : https://www.medansport.id/2022/09/01/merah-putih-berkibar-di-tunisia/

Sedangkan pada 2022 di Tunisia, ada sekitar 49 negara yang berpartisipsi pada kejuaraan dunia tersebut. Yaitu dari Indonesia, Spanyol, Swiss, Rumania, Algeria, Portugal, Turki, Malaysia dan beberapa negara lainnya.

“Kalau untuk persaingan kemarin atlet dari negara Rumania, Spanyol dan Algeria itu merupakan lawan tanding yang sedikit sulit dikalahkan. Namun kita punya pelatih yang bisa memberi motivasi serta tekhnik, jadi bisa kita hadapi sesuai arahannya,” sebut Doni.

Dia pun tak memungkiri ditempa dalam Cabor Kempo sejak usia dini. “Saya terjun di Cabor Kempo sejak umur 6 tahun dan saya tertarik pada olahraga Kempo karena saya melihat bahwa Kempo adalah olahraga yang komplit,
menaklukan diri sendiri sebelum menaklukan orang lain. Sekarang sabuk Hitam I Dan. Dulu saya bergabung di Dojo Bapor Pertamina EP Pangkalan Susu dan sekarang saya sudah membuka tempat latihan Kempo di Graha Perkasa,” ungkap laki murah senyum ini.

Di tangan pelatih Senpai Lili, ternyata bakat dan minat Doni mulai tertempa hingga mampu menaklukan lawan-lawanya di setiap pertandingan. Ditanya target ke depan, penyuka makanan nasi goreng yang tinggal di Jalan Pintu
Air IV Gang Ternak ini bilang tetap ingin mengikuti kejuaraan multievent internasional membawa nama Indonesia.

Bagikan: