“Yang jadi harapan dan cita-cita saya adalah menciptakan generasi-generasi baru di cabang olahraga Kempo. Dengan maksud agar Kempo di Indonesia memiliki regenerasi terkhusus di Medan, Sumatera Utara,” imbuhnya.

Sayangnya, apa yang menjadi harapan Doni seakan bertepuk sebelah tangan. Pasalnya, urai Doni, selama ini atlet Cabor Kempo kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Sumut. Walau, katanya, prestasi yang
ditorehkan sudah mengharumkan nama Sumut dan Indonesia dikancah Internasional.

“Karena itu tadi, mungkin apa yang kami lakukan (atlet Kempo), Pemprov Sumut menganggap kami sekadar warga biasa dan tidak menjadi perhatian khusus. Padahal kami sudah membawa nama Indonesia di kancah Internasional dan lainnya. Namun beda dengan perhatian yang diberikan pemerintah pusat, itu sudah lebih baik,” ujarnya.

 

Apalagi, lanjut Doni, saat ini presiden Federasi Kempo Indonesia adalah Menteri Kemenkumham Yasonna Laoly. “Kita berharap di bawah kepemimpinan bapak Yasonna Laoly memberi dampak yang luar biasa bagi Kempo di Indonesia,” beber penyuka olahraga Volly ini.

Di sesi akhir jumpa dengan kru MEDANSPORT.ID, Doni mengaku terjun di Cabor Kempo banyak pengalaman yang didapatnya. Dalam artian, mengenal banyak orang di berbagai daerah dan menganggap mereka sebagai keluarga
sendiri.

Bagikan: