Meski begitu Zico merasa beruntung dapat tergabung dalam PEC Zwolle U-21 karena dapat bertemu dengan tim raksasa seperti Ajax, dan Feyenoord. Zico memiliki pengalaman spesial yaitu pernah menghadapi Borussia Dortmund U19, sekaligus menghadapi pemain bintangnya yang bernama Julian Rijkhoff. Dalam laga tersebut ia mengaku mendapat banyak ilmu, terutama menjadikan tahu seberapa level kemampuan dirinya.
Diperkuat oleh Julian Rijkhoff mantan pemain Ajax, Dortmund U-19 berhasil dikalahkan oleh PEC Zwolle. Hebatnya Zico menjadi salah satu yang mencetak gol. Zico mengaku bahwa dirinya mengikuti perkembangan Timnas khususnya Timnas U-16, ia juga mengikuti akun Instagram PSSI. Dia optismitis karena memiliki kelebihan dalam situasi one on one. Dia bisa mengandalkan kecepatan dan tendangan yang akurat dalam berbagai situasi.
Namun begitu, pemain muda bertalenta ini juga tidak mengesampingkan pendidikan karena dia juga berkuliah yang sudah berjalan 2 tahun. Meski belum diketahui akan dilanjutkan atau tidak karena sibuk dalam sepak bola. Dirinya masih memiliki hal yang masih mengganjal karena Zico belum memiliki paspor. Meski begitu ia berharap memilikinya agar dapat bergabung dalam Timnas Indonesia.
Zico sebelumnya juga telah merencanakan untuk pergi ke Indonesia tetapi mendadak terjadi pandemi sehingga dibatalkan. Ayah dari Zico memiliki teman di Indonesia yaitu Anco Jansen dan Wiljan Pluim. Anco Jansen merupakan eks pemain PSM Makassar sedangkan Wiljan Pluim masih tergabung sebagai penggawa PSM Makassar. Mereka berdualah yang dijadikan oleh Zico sebagai pemberi masukan lebih berimbang mengenai dunia sepak bola Indonesia. (sps/nt)





