Raih Juara 4 di Edy Rahmayadi Cup 2022

Pelatih PSDS Akui Tak Puas Atas Kepemimpinan Wasit

Pelatih PSDS Deliserdang Syahrial Efendi.

MEDANSPORT.ID - MEDAN - Kepemimpinan wasit pada laga perebutan posisi ke 3 dan 4 di ajang Edy Rahmayadi Cup 2022 mendapat kritikan tajam dari Syahrial Afendi. Pelatih PSDS Deliserdang ini menilai wasit Aldi Tanjung tidak fair.

Itu dapat dilihat dari pemberian kartu merah terhadap anak asuhnya di menit 80 hingga berbuah tendangan penalti bagi tim PSAD. Selain itu wasit juga menganulir gol Melcior Leideker jelang pertandingan usai gegara dinilai offside.

Pada pertandingan tersebut PSDS Deliserdang mengalami kekalahan 2 -1 atas PSDA di stadion Teladan Medan, Jumat (29/7/2022) malam. Dengan demikian, PSDS Delierdang harus puas menerima juara ke empat dengan hadiah Rp 50 juta.

Syahrial Effendy menduga terjadi pemaksaan skor sehingga timnya dipaksa kalah. “Sangat tidak ada enak ya, di Piala Gubernur ini terjadi ada pemaksaan skor. Demi Allah, ini bukan pertandingan sepak bola,” tegasnya usai laga.

Dia mengatakan kedua tim bermain bagus, namun wasit yang merusak pertandingan. “Anak-anak main baik, baik dari PSAD, baik dari PSDS. Tapi diolah sedemikian rupa, ini yang tidak enak sebenarnya,” lanjutnya.

Pun demikian, Syahrial memastikan PSDS ikut Edy Rahmayadi Cup bukan target juara melainkan sekaligus seleksi dan mencari pemain, meski tak dipungkiri sedih mendapatkan perlakuan wasit.

Dia berharap ke depan ada perbaikan dalam kinerja wasit. “Maunya sepak bola Indonesia itu main bola bukan main wasit, itu saya minta,” tegasnya.

Syahrial Effendy juga menjelaskan kondisi dimana timnya nyaris walk out karena tak terima keputusan wasit yang memberikan kartu merah ke timnya. Dia menyebut itu hanya emosional karena ada ofisial tim yang tidak terima.

“Enggak (enggak WO) ada di situ ofisial, sedikit emosional dia, karena zalim (wasit) itu,” tukasnya. (mds)

Penulis:

Baca Juga