MEDANSPORT.ID – MEDAN – Setelah mengantongi satu tiket di final Coppa Italia, kini Inter Milan kembali diuji. Ya, pasukan Simeno Inzanghi ini kedatangan tamu dari ibukota Roma. Pertandingan di pekan ke-34 ini sendiri dihelat di Stadio Giuseppe Meazza, Sabtu (23/4/2022) pukul 23.00 WIB. Saat ini, La Beneamata duduk di peringkat 2 dengan 69 poin dari 32 pertandingan, selisih 2 angka AC Milan di tempat teratas dan telah memainkan 33 laga.
Oleh karena itu, Inter berpeluang mengudeta posisi AC Milan dari posisi puncak andai mampu memetik poin penuh di laga nanti. Namun, menundukkan AS Roma tentu bukan perkara mudah. Tim asuhan Jose Mourinho tersebut telah menemukan formula terbaiknya.
Mereka memegang rekor 12 pertandingan beruntun Serie A tanpa tersentuh kekalahan. Prediksi Inter vs Roma Pertandingan nanti sekaligus akan menjadi ajang adu visi para gelandang kedua tim. Performa apik Inter dan
Roma tidak lepas dari peran sentral para penggawa lini tengahnya.
Inter musim ini menggantungkan motor serangan mereka kepada Hakan Calhanoglu. Eks pemain rival sekota AC Milan ini punya andil besar dalam upaya tim membangun serangan. FBref mencatat SCA (Shot-Creating Actions) milik gelandang tim nasional Turki tersebut cukup tinggi, yakni mencapai 114, tertinggi ketiga di Serie A.
SCA sendiri merupakan atribut ofensif yang dapat berakhir pada tembakan percobaan, mulai dari menciptakan pelanggaran yang berbuah tendangan bebas, melakukan dribel, hingga mengirimkan umpan. Tidak mengherankan
jika kemudian Calhanoglu berhasil menorehkan total 8 assist untuk timnya.
Di samping itu, gelandang 28 tahun ini juga mahir melakukan tembakan langsung. Sudah ada 7 gol yang mampu diciptakannya musim ini. Dalam laga nanti, Calhanoglu akan beradu visi dengan Lorenzo Pellegrini, penggerak serangan kubu AS Roma.
Catatan FBref merangkum SCA milik Pellegrini juga cukup tinggi, yakni berada di angka 110. Pellegrini mahir dalam menggiring bola dan menciptakan peluang tembakan. Total sudah ada 9 situasi yang ia ciptakan berkat kemampuannya tersebut.
Di samping itu, Pellegrini juga cerdik. Ia seringkali berhasil memancing pemain lawan agar melanggar dirinya dan menciptakan peluang tendangan bebas. Namun, Roma terbilang lemah dalam hal pertahanan. Saat sudah
unggul, barisan belakang pasukan Mourinho kerap kali lengah. Hal inilah yang sering kali dimanfaatkan oleh tim lawan untuk menyamakan kedudukan dan bahkan membalikkan keadaan.
