MEDANSPORT.ID – MEDAN – Chelsea yang berada di peringkat 3 klasemen Liga Inggris 2021/2022 lebih diunggulkan untuk mengalahkan Arsenal. Selain karena faktor tuan rumah, The Blues sedang memiliki tren bagus dalam beberapa laga pemungkas, termasuk mengalahkan Crystal Palace di semifinal Piala FA.

Laga antara Chelsea dan Arsenal merupakan duel tunda yang seharusnya berlangsung pada pekan ke-25 lalu. Namun kini keduanya bertemu di Stamford Bridge, Kamis (21/4/2022) pukul 01.45 WIB. Untuk Derby London ini, Chelsea berada dalam kondisi yang lebih ideal daripada Arsenal. Chelsea selalu menang dalam tiga pertandingan terakhir di semua ajang, sedangkan Arsenal baru saja menelan tiga kekalahan beruntun di liga.

Sejauh ini Arsenal mengalami periode sulit dengan menderita 4 kekalahan dari 5 pertandingan. Hasil itu pun membuat The Gunners saat ini turun ke peringkat 6 klasemen EPL dan tertinggal 3 poin dari Spurs di peringkat 4.

Misi Meriam London untuk finis di zona Liga Champions semakin berat. Tercatat 3 kemenangan beruntun yang didapat Chelsea di 3 kompetisi berbeda, yaitu Piala FA, Liga Inggris, dan Liga Champion membuat pelatih The Blues Thomas Tuchel, puas.

Pasalnya, London Biru mampu bangkit dari periode buruk yang sempat mereka alami, yaitu ketika dibobol Brentford dan Real Madrid dengan total 7 gol dalam 2 laga. Kendati begitu, menghadapi Arsenal tidak akan mudah bagi Chelsea.

Mereka bakal kehilangan Mateo Kovacic, yang mengalami cedera saat menghadapi Crystal Palace. Sang gelandang diperkirakan absen selama beberapa pekan ke depan. “Ketika Kovacic ditarik keluar [saat menghadapi Crystal Palace], kami tahu cederanya serius. Pergelangan kakinya bengkak cukup besar, dan kami harus menunggu hasil pemeriksaannya,” kata Thomas Tuchel, dikutip dari situs web resmi klub.

Posisi Kovacic diperkirakan diisi oleh Ruben Loftus-Cheek, yang berhasil mencetak gol di semifinal Piala FA saat masuk sebagai pemain pengganti. Sementara Arsenal di lain pihak memiliki kondisi kuat yang tidak jauh lebih baik.

Absennya Takehiro Tomiyasu dan Kieran Tierney, membuat lini belakang The Gunners, terutama di sisi sayap, tampil kurang meyakinkan. Penampilan Cedric Soares tidak secemerlang untuk Tomiyasu. Sementara sisi kiri yang kehilangan Tierney menjadi titik lemah Arsenal.

Mikel Arteta mencoba memainkan Nuno Tavares, Granit Xhaka, hingga Bukayo Saka di posisi tersebut, tetapi tidak maksimal.

Bagikan: