*PON XX Papua

Berangkat Dari Hobi Berkelahi, Kini Daniel Jadi Petinju Andalan Sumut Di Papua

Daniel Pasaribu atau lebih akrab disapa Daniel ini juga menjadi andalan Sumut untuk mendulang medali pada PON XX Papua nanti.
Daniel Pasaribu atau lebih akrab disapa Daniel ini juga menjadi andalan Sumut untuk mendulang medali pada PON XX Papua nanti.

MEDANSPORT.ID- MEDAN-- Berkelahi menjadi hobinya sejak kecil. Siapa sangka, hobinya itu justru mengantarkan anak ketiga dari lima bersaudara ini menjadi seorang petinju profesional.

Bahkan, Daniel Pasaribu atau lebih akrab disapa Daniel ini juga menjadi petinju andalan Sumut untuk mendulang medali pada PON XX Papua nanti.

Bagimana perjalanan kisahnya? Daniel pun coba mengenang perjalanan karir dan prestasi yang telah ditorehkannya kepada Medansport.id belum lama ini.

"Aku masuk latihan tinju pas Sekolah Dasar (SD) di Sambu Baru kelas 5. Karena hobi berantam, makanya aku mau masuk tinju," ungkap Daniel mengawali ceritanya.

Karena sering dibuli oleh kakak kelasnya saat daniel duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar Sambu Baru No. baru 060836 Daniel pun coba mencari solusi.

Tak mau kalah dari seniornya, buah hati dari pasangan Pahala Pasaribu dan Mida Br Sianturi ini pun berlatih tinju di sasana yang tak jauh dari kediamannya.

Sasana Rajawali yang berada di kawasan Jalan Sekip Medan menjadi pilihan Daniel mengasah kekuatan dan keberaniannya agar lebih percaya diri.

Seiring berjalannya waktu, tinju yang awalnya sebagai media bertahan dari bullyan para senior kini berubah menjadi olahraga yang mengantarkan sejumlah prestasi serta menjelma menjadi petinju andalan sumut.

Di bawah bimbingan pak Amier Hasan Siregar, Binner Dabuke, dan Ucok Tanamal, Daniel mulai memberanikan diri untuk mengikuti pertandigan demi pertandingan.

Ya, pertandingan perdana mulai dilakonya saat masih duduk di Kelas 1 SMA, atau tepatnya saat usia Daniel genap 16 tahun.

Baca Juga : Dwi, Karate Do Targetkan Masuk Final di PON XX Papua

"Pertama kali saya ikut Kejurnas Junior di jakarta pada.2002. Turun di kelas 51 Kg saya masuk fnal dan melawan petinju Pelatnas. Alhamdulilah saya berhasil menang menjuarai even skala nasional itu. Bahkan saya juga terpilih sebagai petinju terbaik junior di Jakarta," kenang atlet penyuka makanan arsik Ikan Mas ini.

Sejumlah prestasi lain pun mulai ditorehkan Daniel. Juara 3 PON Kaltim 2008, Juara 1 Porwilsu Bengkulu 2019, Juara 1 Kejurnas Rantau Prapat 11-20 September 2006, Juara 1 piala Pangdam Bukit Barisan 2013, dan Juara 1 kelas 81 Kg Piala Pangdam II di Aceh Besar.

"Yang paling berkesan itu waktu Pon Kalimantan Timur. Karena itu pertama kalinya saya Kejurnas Senior masuk PON dan dapat mendali perunggu," ucapnya.

Daniel saat ini terus mempersiapkan diri dengan mengikuti Pelatda. Turun di kelas 81 Kg, Daniel diasuh Pelatih Irianto Bakti Dan Pelatih liston Tampubolon.

Fokus pada daya tahan dan speed menjadi menunya setiap pagi sore. Bagi Daniel menjadi jawara dan membawa pulang emas ke Sumut sdalahbmimpi beaarnya.

"Walau saingan cukup keras seperti Jabar, Sulawesi Utara dan Papua, aku tetap yakin sembari memohon doa dari warga Sumut agar bisa memberikan yang terbaik buat Sumut. Amin ya Allah," harapnya menutup perbincangan. (*)

Penulis: Joko Heriyanto
Editor: Kesuma Ramadhan

Baca Juga